Harga emas global melesat tajam pada perdagangan Rabu (17/12/2025), seiring kembali menguatnya harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Sentimen ini dipicu oleh munculnya tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS).
Harga emas dunia menguat ke dekat level tertingginya di bulan ini seiring pelaku pasar melanjutkan respon terhadap data dari pasar tenaga kerja AS yang lebih lemah dari ekspektasi. Data yang dirilis pada hari Selasa tersebut menghidupkan kembali spekulasi bahwa Federal Reserve masih akan melanjutkan pemangkasan suku bunga di awal tahun 2026.
West Texas Intermediate (WTI), sebagai acuan harga Minyak Mentah Amerika Serikat, diperdagangkan di kisaran US$ 56,15 per barel pada Rabu siang pukul 13.25 WIB. Harga WTI menguat seiring meningkatnya volatilitas pasokan Minyak Mentah dari kawasan Amerika Latin. Pelaku pasar saat ini menantikan rilis laporan stok Minyak Mentah dari Energy Information Administration (EIA) yang dijadwalkan terbit pada Rabu malam.
Harga emas global justru mencatat pelemahan tipis pada perdagangan Selasa (16/12/2025), meskipun spekulasi terkait pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve semakin menguat. Aksi ambil untung menekan pergerakan emas setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran pada November.
Harga emas dunia tidak banyak berubah setelah bergerak fluktuatif dalam rentang yang cukup lebar sepanjang sesi perdagangan hari Selasa. Dirilisnya beberapa data ekonomi penting dari AS dengan hasil yang saling berlawanan tampaknya membuat pelaku pasar ragu untuk berkomitmen ke satu arah transaksi.
Harga emas bergerak relatif datar pada perdagangan Senin (15/12/2025), di tengah mencuatnya pembahasan penting antara Amerika Serikat (AS) dan Ukraina yang diarahkan untuk mengakhiri konflik Rusia–Ukraina. Mengutip CNBC internasional, pelaku pasar juga cenderung menahan diri sambil menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dinilai krusial.
Harga emas dunia menguat mendekati level tertingginya sepanjang masa pada hari Jumat, namun kemudian terkoreksi turun menjelang akhir sesi perdagangan. Keputusan Federal Reserve untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi katalis utama yang mendorong harga emas naik $100 per troy ons sepanjang pekan lalu.
Harga emas kembali mencatat kenaikan dan menembus level tertinggi dalam tujuh pekan pada perdagangan Jumat (12/12/2025). Penguatan ini didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga serta melemahnya nilai dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip CNBC internasional, kondisi berbeda terjadi pada perak yang justru mengalami penurunan tajam setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
Harga emas dunia menguat mendekati level tertingginya sepanjang masa pada hari Jumat, namun kemudian terkoreksi turun menjelang akhir sesi perdagangan. Keputusan Federal Reserve untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi katalis utama yang mendorong harga emas naik $100 per troy ons sepanjang pekan lalu.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama, terlihat melemah dan bertahan dekat posisi terendah tujuh minggu di level 98,13 yang dicapai pada Kamis. Tekanan terhadap USD meningkat karena para pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan melakukan pemangkasan suku bunga lebih agresif dibandingkan proyeksi kolektif para pejabat bank sentral pada pertemuan kebijakan Rabu lalu.