• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Indeks Dolar AS Kesulitan Bangkit, Masih Dekati Level Terendah Tujuh Minggu

Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama, terlihat melemah dan bertahan dekat posisi terendah tujuh minggu di level 98,13 yang dicapai pada Kamis. Tekanan terhadap USD meningkat karena para pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan melakukan pemangkasan suku bunga lebih agresif dibandingkan proyeksi kolektif para pejabat bank sentral pada pertemuan kebijakan Rabu lalu.

Berdasarkan alat CME FedWatch, peluang bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga setidaknya dua kali hingga Oktober 2026 mencapai 58%. Namun, dot plot The Fed menunjukkan para pejabat hanya memperkirakan suku bunga acuan Federal Funds Rate akan bergerak turun ke 3,4% pada akhir 2026, yang mengisyaratkan hanya satu kali pemangkasan pada tahun depan.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menyuarakan dorongan untuk pemangkasan suku bunga yang lebih besar menyusul penurunan 25 basis poin (bp) pada Rabu. “Saya tahu ada pemangkasan seperempat poin minggu lalu, dan Presiden senang melihat hal itu, tetapi menurutnya langkah tersebut harus lebih banyak,” ujar juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kepada media, seperti dikutip Reuters.

Melihat ke depan, fokus utama pasar terhadap pergerakan Dolar AS akan tertuju pada rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk November, yang dijadwalkan pada Selasa (16/12/2025). Pada hari yang sama, investor juga akan mencermati data Penjualan Ritel November serta estimasi awal Purchasing Managers Index (PMI) S&P Global untuk Desember.

Data ketenagakerjaan tersebut diperkirakan menjadi indikator penting bagi investor untuk menilai kondisi permintaan tenaga kerja saat ini.

sumber : fxstreet

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?