• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Terkoreksi Ringan Akibat Aksi Profit Taking

Harga emas global justru mencatat pelemahan tipis pada perdagangan Selasa (16/12/2025), meskipun spekulasi terkait pemangkasan suku bunga oleh The Federal Reserve semakin menguat. Aksi ambil untung menekan pergerakan emas setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan kenaikan tingkat pengangguran pada November.

Harga emas spot turun 0,05% dan ditutup di level US$ 4.302,15 per ons.

Mengutip CNBC internasional, tekanan jual terjadi meski dolar AS sempat melemah. Indeks dolar merosot ke titik terendah dalam dua bulan, sehingga membuat emas berdenominasi dolar menjadi lebih murah bagi pembeli global. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga tercatat menurun.

Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn, menyatakan bahwa data tersebut memberikan dasar yang lebih kuat bagi The Fed untuk memangkas suku bunga. “Penurunan suku bunga menjadi sentimen positif bagi emas. Begitulah cara pasar membaca situasi saat ini,” ujarnya.

Laporan ketenagakerjaan terbaru AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja kembali meningkat pada November. Namun, tingkat pengangguran naik ke 4,6%, lebih tinggi dibandingkan perkiraan survei Reuters sebesar 4,4%. Peningkatan pengangguran ini terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh kebijakan perdagangan agresif Presiden AS Donald Trump.

Pada pekan sebelumnya, Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) telah memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell usai keputusan tersebut dinilai pasar lebih dovish dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Pasar berjangka suku bunga AS masih memperkirakan adanya dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin pada 2026, dengan total pelonggaran sekitar 59 basis poin. Dalam lingkungan suku bunga rendah, emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga tetap diminati sebagai aset lindung nilai.

Pelaku pasar kini mengalihkan fokus ke rilis data inflasi AS. Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk November dijadwalkan rilis pada Kamis (18/12/2025), disusul data Personal Consumption Expenditures (PCE) pada Jumat (19/12/2025).

Chief Operating Officer Allegiance Gold, Alex Ebkarian, memperkirakan harga emas berpotensi bergerak di kisaran US$ 4.859 hingga US$ 5.590 per ons pada 2026, jika mampu menutup tahun 2025 di atas level US$ 4.400 per ons. Ia juga menilai harga perak berpeluang kembali menguji level US$ 50 per ons pada tahun depan.

Sementara itu, harga perak spot turun 0,3% dan ditutup di level US$ 63,71 per ons, setelah sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi di US$ 64,63 per ons pada Jumat.

Sumber: investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?