• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
Blog Photo

Emas Bertahan di Atas US$4.000, Peluang Rebound Masih Terbuka

Harga emas dunia berhasil bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ons pada penutupan perdagangan terakhir bulan Juni, meski sepanjang bulan terkoreksi lebih dari 11%. Tekanan berasal dari kenaikan harga minyak, meningkatnya ekspektasi inflasi global, serta peluang suku bunga yang tetap tinggi sehingga mengurangi daya tarik emas. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.012 per troy ons dan berpotensi melanjutkan pemulihan jangka pendek. Selama mampu bertahan di atas US$4.000, harga berpeluang menguji resistance US$4.040. Jika berhasil menembus level tersebut, kenaikan dapat berlanjut menuju US$4.060 hingga US$4.080. Sebaliknya, jika kembali turun di bawah US$4.000, tekanan jual berpotensi membawa emas menuju area US$3.980 hingga US$3.960.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas ditutup melemah tipis di $4.007,40 per troy ons setelah sempat bergerak volatil pada sesi sebelumnya. Pergerakan pasar masih dipengaruhi oleh aksi profit taking serta sikap investor yang menantikan data ekonomi AS sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga berikutnya. Secara teknikal, pivot berada di $4.004,73. Selama harga bertahan di atas level tersebut, emas berpeluang menguji resistance $4.065,90. Sebaliknya, jika turun di bawah pivot, tekanan jual dapat membawa harga menuju support $3.946,22.

Blog Photo

Harga Emas Tertekan, Fokus Investor Beralih ke Data NFP AS

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah AS dilaporkan kembali menyerang Iran. Kekhawatiran potensi penutupan Selat Hormuz memicu kenaikan harga minyak dan meningkatkan risiko inflasi global. Fokus pasar pekan ini juga tertuju pada rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) AS pada Kamis. Jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan, peluang penguatan harga emas berpotensi kembali terbuka. Secara teknikal, emas masih berada dalam tekanan bearish selama bergerak di bawah $4.040. Support terdekat berada di $4.000, dengan potensi penurunan ke $3.980–3.960 jika level tersebut ditembus. Sementara itu, breakout di atas $4.040 dapat membuka peluang kenaikan menuju $4.060–4.080.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya setelah turun dari level tertinggi $4.086 ke $4.016 per troy ons, mencerminkan tekanan jual yang masih mendominasi pasar. Secara teknikal, area $4.034 menjadi level pivot penting. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support $3.982 hingga $3.949. Sebaliknya, jika mampu kembali menembus $4.034, peluang rebound terbuka dengan target resistance di $4.068 hingga $4.120.

Blog Photo

Emas Menguat, Pelemahan Dolar Buka Peluang Tembus $4.100

Harga emas dunia menguat pada penutupan perdagangan Jumat, didukung aksi bargain hunting di tengah pelemahan indeks Dollar AS. Turunnya harga minyak dunia ke bawah $70 per barel juga meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga mengurangi peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Secara teknikal, emas masih bergerak dalam tren bullish dengan potensi menguji resistance di $4.100 per troy ons. Jika berhasil menembus level tersebut, harga berpeluang melanjutkan kenaikan ke area $4.120–$4.140, sementara support terdekat berada di kisaran $4.050.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Emas Berpeluang Lanjut Naik, Resistance $4.117 Jadi Fokus Pasar. Harga emas masih bergerak dalam tren bullish setelah ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Selama bertahan di atas level pivot $4.050, emas berpotensi melanjutkan kenaikan untuk menguji resistance terdekat di $4.117. Jika level tersebut berhasil ditembus, peluang penguatan dapat berlanjut menuju area $4.163. Sebaliknya, jika harga turun di bawah pivot, tekanan jual berpotensi membawa emas kembali menguji support di $4.004.

Blog Photo

Bargain Hunting Angkat Harga Emas ke Atas $4.000

Harga emas dunia berhasil menguat dan kembali ditutup di atas level psikologis $4.000 per troy ons setelah pelemahan indeks Dolar AS. Tekanan pada dolar muncul usai data inflasi pilihan Federal Reserve, yaitu indeks harga konsumsi personal (PCE), naik 0,3% sesuai ekspektasi pasar, sehingga memicu aksi bargain hunting pada emas. Secara teknikal, emas masih memiliki peluang melanjutkan kenaikan dengan target terdekat di area $4.050. Namun, jika harga kembali turun di bawah level pivot harian, tekanan bearish berpotensi membawa emas menguji kembali area $3.990–3.970.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia menguat pada perdagangan Jumat setelah memantul dari level terendahnya sejak November 2025 dan kembali ditutup di atas $4.000 per troy ons. Pelemahan indeks Dolar AS pasca rilis data inflasi AS mendorong aksi beli (bargain hunting) di pasar logam mulia. Secara teknikal, emas berpeluang melanjutkan penguatan selama bertahan di atas pivot 4011 dengan target kenaikan menuju 4059 hingga 4092. Sebaliknya, jika turun di bawah pivot, harga berpotensi melemah kembali menuju area 3979 hingga 3931.

Blog Photo

Penguatan Dolar dan Meredanya Konflik Timur Tengah Tekan Emas

Harga emas dunia kembali melemah dan turun ke bawah level psikologis $4.000 per troy ons untuk pertama kalinya sejak November 2025. Tekanan utama datang dari penguatan Dollar AS yang masih berada di level tertinggi dalam satu tahun terakhir setelah Federal Reserve membuka peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini. Sentimen negatif juga dipicu oleh meredanya ketegangan geopolitik setelah gencatan senjata antara AS dan Iran, sehingga mengurangi minat investor terhadap emas sebagai aset safe haven. Di sisi lain, turunnya harga minyak dunia ke bawah $70 per barel turut meredakan kekhawatiran pasar terhadap inflasi global. Pada perdagangan hari ini, emas masih bergerak dengan kecenderungan bearish dan berpotensi menguji area support di level $3.982 per troy ons.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia menutup perdagangan Rabu (24/6) di level $3.998,97 per troy ons setelah sempat menyentuh level terendah harian di $3.959,03. Pelemahan ini terjadi di tengah kuatnya Dollar AS dan berkurangnya permintaan aset safe haven seiring meredanya ketegangan geopolitik global. Untuk perdagangan hari ini, emas masih berpotensi bergerak dalam tekanan bearish selama berada di bawah level pivot $4.024,33. Area support terdekat berada di level $3.933,67, sementara jika terjadi rebound, resistance pertama berada di area $4.089,62 per troy ons. Pelaku pasar masih akan mencermati perkembangan kebijakan Federal Reserve serta pergerakan Dollar AS yang menjadi faktor utama penentu arah harga emas dalam jangka pendek.

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?