• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
Blog Photo

Emas Tertekan, Pasar Menanti Data Penjualan Ritel AS

Harga emas terkoreksi setelah sempat menyentuh level tertinggi dua bulan, tertekan kenaikan imbal hasil obligasi AS. Meski begitu, pelemahan masih terbatas oleh melambatnya inflasi produsen dan meningkatnya klaim pengangguran AS. Hari ini, data penjualan ritel AS menjadi perhatian utama yang berpotensi menentukan arah emas. Secara teknikal, emas masih dalam bias bearish selama bergerak di bawah $4.373.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas terkoreksi pada perdagangan sebelumnya setelah sempat menyentuh $4.449,66, lalu ditutup di $4.350,91. Tekanan jual masih terlihat setelah harga bergerak di bawah level pivot $4.381,48. Hari ini, $4.313,29 menjadi support terdekat. Jika ditembus, emas berpotensi melanjutkan penurunan menuju $4.275,68. Sementara itu, penguatan di atas pivot dapat membuka peluang menuju resistance $4.419,09 hingga $4.487,28.

Blog Photo

Harga Emas Lanjutkan Tren Bullish, Pasca Data Inflasi AS

Harga emas kembali menguat dan ditutup di dekat level tertinggi dalam dua bulan setelah data inflasi AS menunjukkan perlambatan. Kondisi ini meningkatkan ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga The Fed, sehingga mendorong permintaan emas sebagai aset nonbunga. Emas pagi ini berada di sekitar $4.409/oz dan masih bergerak di atas MA100. Jika mampu menembus $4.425, harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju $4.441–$4.457. Sementara itu, $4.387 menjadi support kunci. Jika ditembus, emas berpotensi terkoreksi menuju $4.366–$4.345.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas terkoreksi pada perdagangan sebelumnya setelah sempat menyentuh $4.434,90/oz, sebelum ditutup di $4.367,97/oz. Hari ini, pivot $4.386,49 menjadi level penting. Jika harga kembali di atas pivot, emas berpeluang menguat menuju $4.464,79 hingga $4.494,68. Sebaliknya, tekanan jual berpotensi membawa harga menuju $4.338,08 dan $4.308,19.

Blog Photo

Harga Emas Terkoreksi, Investor Menanti Data CPI AS

Harga emas dunia terkoreksi setelah sempat menyentuh level tertingginya dalam dua bulan terakhir. Setelah mengalami penguatan sejak Jumat akibat data tenaga kerja AS yang lemah, investor mulai melakukan profit taking menjelang rilis data Consumer Price Index (CPI) AS. Data CPI menjadi perhatian utama pasar karena dapat memberikan gambaran mengenai kondisi inflasi AS dan memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed. Jika inflasi melandai, peluang pemangkasan suku bunga dapat semakin besar dan berpotensi kembali mendorong harga emas. Secara teknikal, emas membuka perdagangan di sekitar $4.372 per troy ons dan berpotensi mengalami bearish reversal setelah membentuk pola shooting star. Level $4.357 menjadi support terdekat. Jika ditembus, harga berpotensi turun menuju $4.342 hingga $4.327. Sebaliknya, jika emas mampu kembali menguat dan bertahan di atas pivot $4.387, peluang bullish dapat kembali terbuka dengan target $4.402 hingga $4.417 per troy ons.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya di level $4.390,16 per troy ons, setelah bergerak dalam rentang $4.313,30–$4.395,01. Penguatan ini menunjukkan momentum bullish masih cukup kuat, dengan pivot harian di $4.366,16 sebagai level penting. Jika harga mampu bertahan di atas pivot, emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance $4.419,01, kemudian $4.447,87 hingga $4.500,72. Sebaliknya, pelemahan di bawah pivot dapat membuka ruang koreksi menuju support $4.337,30, dengan target berikutnya $4.284,45.

Blog Photo

Harga Emas Menguat, Pasar Nantikan Data Inflasi AS

Harga emas melanjutkan tren bullish dan ditutup di dekat level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Penguatan didorong oleh data tenaga kerja AS yang lebih lemah dari ekspektasi, sehingga meningkatkan harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga The Fed. Fokus pasar pekan ini beralih ke rilis CPI dan PPI AS. Jika inflasi menunjukkan perlambatan, peluang pemangkasan suku bunga semakin terbuka dan berpotensi mendorong emas lebih tinggi. Emas dibuka di sekitar $4.389/troy ons. Secara teknikal, $4.405 menjadi resistance kunci. Break level tersebut berpotensi membawa harga menuju $4.420–$4.435. Sementara itu, support berada di $4.375, dengan potensi koreksi menuju $4.360–$4.345 jika ditembus.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas ditutup menguat di $4.390,16/troy ons, setelah bergerak dalam rentang $4.313,30–$4.395,01. Secara teknikal, bias masih cenderung bullish selama harga bertahan di atas pivot $4.366,16. Jika mampu menembus R1 $4.419,01, emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju $4.447,87 hingga $4.500,72. Sebaliknya, pelemahan di bawah pivot dapat membuka ruang koreksi menuju $4.337,30 hingga $4.284,45.

Blog Photo

Emas Menguat 2%, Pasar Tenaga Kerja AS Jadi Pendorong

Harga emas dunia menguat sekitar 2% dan ditutup dekat level tertinggi dalam dua bulan terakhir setelah data Non-Farm Payrolls (NFP) AS menunjukkan pasar tenaga kerja kehilangan 23.000 pekerja pada Juli. Data tersebut menekan Dollar AS dan meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven. Pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.347 per troy ons. Secara teknikal, tren masih bullish dengan resistance US$4.360. Jika berhasil ditembus, emas berpeluang menuju US$4.380–US$4.400. Sebaliknya, koreksi berpotensi menguji pivot US$4.315, dengan support berikutnya di US$4.285–US$4.255.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas bergerak volatil setelah sebelumnya mencetak high US$4.303,90 dan ditutup di US$4.240,41. Secara teknikal, bias hari ini masih cenderung bullish selama harga bertahan di atas pivot US$4.255,86. Jika menembus US$4.288,45, emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju US$4.336–US$4.369. Sebaliknya, jika gagal bertahan di atas pivot, koreksi berpotensi menguji US$4.207,82 hingga US$4.175,23.

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?