• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Emas Terkoreksi Setelah Data Inflasi AS Menguat

Harga emas dunia bergerak fluktuatif sepanjang hari Selasa dengan sempat menyentuh level tertingginya tiga pekan terakhir dan level terendahnya sepekan terakhir dalam satu sesi perdagangan. Logam mulia mendapat dorongan bullish di paruh pertama sesi perdagangan kemarin seiring pelaku pasar mencemaskan situasi di Timur Tengah setelah gagalnya negosiasi damai antara AS dan Iran. Harga emas kemudian mendapat tekanan bearish di paruh kedua setelah dirilisnya data indeks harga konsumen dari AS yang menunjukkan adanya kenaikan laju inflasi dalam sebulan terakhir. Tingginya laju inflasi akan mendorong bank sentral untuk mempertahankan suku bunga di level tinggi untuk waktu yang lebih lama sehingga mengurangi daya tarik aset non-bunga seperti logam mulia.

Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4715 per troy ons dan berada dalam bias bearish setelah kemarin gagal menembus indikator Moving Average 100-hari yang menjadi level resistance kunci. Area 4695 akan menjadi target penurunan sekaligus level support terdekat. Break ke bawah support tersebut akan mengonfirmasi skenario bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju level support lanjutan di area 4675 hingga area kunci 4645. Di sisi atasnya, area 4740 akan menjadi level resistance terdekat yang perlu diatasi harga emas untuk mendapat dorongan bullish. Pergerakan stabil di atas resistance tersebut juga akan menopang harga emas untuk kembali menguat dan menguji level resistance kunci di area 4770 sebelum mengincar target yang lebih tinggi di area 4800.
 

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?