Harga emas melanjutkan tekanan setelah penurunan tajam pada sesi sebelumnya. Berdasarkan data perdagangan terakhir, emas dibuka di level 5092.29 dan sempat menyentuh level tertinggi 5099.61, sebelum akhirnya tertekan hingga menyentuh low 4878.53 dan ditutup melemah di 4921.60. Untuk perdagangan hari ini, level pivot berada di 4966.58 yang menjadi acuan arah pergerakan harga. Jika mampu bertahan di atas pivot, emas berpeluang menguji resistance di 5054.63 (R1), dengan target lanjutan di 5187.66 (R2) hingga 5275.71 (R3). Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan harga bergerak di bawah pivot, support terdekat berada di 4833.55 (S1), dengan potensi pelemahan lanjutan menuju 4745.50 (S2) dan 4612.47 (S3). Dengan rata-rata pergerakan harian (daily average) sekitar 250 poin, volatilitas emas masih tergolong tinggi sehingga pelaku pasar perlu mencermati level teknikal kunci sebelum mengambil keputusan transaksi.
Harga emas ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya setelah bergerak cukup volatil sepanjang sesi. Emas dibuka di level 5027.93, sempat menyentuh level terendah 5019.11, lalu menguat hingga mencapai level tertinggi 5118.87, sebelum akhirnya ditutup di 5084.20. Secara teknikal, level Pivot berada di 5074.06, yang kini menjadi acuan pergerakan harga hari ini. Selama harga bertahan di atas pivot, peluang penguatan menuju Resistance 1 (5129.01) masih terbuka. Jika momentum bullish berlanjut, harga berpotensi menguji R2 (5173.82) hingga R3 (5228.77). Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi dan harga turun di bawah pivot, maka area Support 1 (5029.25) menjadi level terdekat yang perlu diperhatikan. Penembusan di bawah level tersebut dapat membuka ruang koreksi menuju S2 (4974.30) hingga S3 (4929.49). Dengan rata-rata pergerakan harian sebesar 238 poin, pelaku pasar diharapkan tetap mewaspadai potensi volatilitas yang cukup tinggi dalam sesi perdagangan hari ini.
Harga emas dunia mencatat kenaikan sekitar 1% pada perdagangan Rabu (11/2/2026), didukung oleh permintaan jangka panjang yang tetap kuat meskipun data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang solid. Harga emas spot naik 1,17% dan ditutup di level US$ 5.084,2 per ons, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian di US$ 5.118,87 per ons. Data terbaru menunjukkan tingkat pengangguran AS turun menjadi 4,3%, memberikan ruang bagi Federal Reserve (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga. Kendati demikian, pelaku pasar menilai satu laporan ketenagakerjaan yang kuat belum cukup untuk mengubah tren penguatan emas yang secara year to date telah meningkat lebih dari 17%. Investor saat ini menantikan rilis data indeks harga konsumen (CPI) AS yang diperkirakan menjadi katalis lanjutan bagi pergerakan harga emas. Di sisi lain, harga perak spot turut menguat 4,34% ke level US$ 84,23 per ons.
Harga emas mencatatkan pelemahan pada perdagangan sebelumnya, ditutup di level 5.025,26 dari posisi pembukaan 5.064,39. Sepanjang sesi perdagangan, harga bergerak fluktuatif dalam rentang 4.987,93 hingga 5.078,47, mencerminkan tekanan jual yang masih berlangsung. Untuk perdagangan hari ini, level pivot berada di 5.030,55. Pergerakan harga di bawah level tersebut berpotensi mengarah ke area support di 4.982,64, sementara peluang penguatan diperkirakan menghadapi hambatan pada resistance terdekat di 5.073,18, di tengah volatilitas harian yang relatif tinggi.
Harga emas dunia melemah 0,65% ke level US$5.025,25 per ons pada perdagangan Selasa (10/2/2026), seiring aksi ambil untung dan sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis data ketenagakerjaan dan inflasi AS. Meski terkoreksi, prospek emas masih ditopang ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan pelemahan dolar AS. Sementara itu, harga perak turun 3,06% ke US$80,73 per ons akibat tekanan jangka pendek dari arus keluar investasi.
Harga emas pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat di level 5.058,06 setelah bergerak dalam rentang yang cukup lebar dengan high di 5.086,53 dan low di 4.964,95. Untuk perdagangan hari ini, level pivot berada di area 5.036,51 yang menjadi penentu arah pergerakan. Selama harga bertahan di atas pivot, peluang penguatan masih terbuka dengan target resistance di 5.108 hingga 5.158. Sementara itu, support terdekat berada di area 4.986,50 dengan rata-rata pergerakan harian mencapai 263 poin.
Harga emas dunia ditutup menguat di atas USD 5.000 per troy ons pada perdagangan Senin, meski bergerak fluktuatif. Penguatan didorong oleh pelemahan indeks Dolar AS yang meningkatkan minat beli, sementara pasar bersikap hati-hati menjelang rilis data penting AS seperti Non-Farm Payrolls dan inflasi CPI. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar USD 5.064 per troy ons dengan bias bullish. Secara teknikal, harga berpotensi menguji resistance di 5.080, dengan support terdekat berada di area 5.036.
Harga emas dunia menguat lebih dari 3% pada perdagangan Jumat lalu, sekaligus kembali mencatatkan kenaikan mingguan setelah tekanan tajam di pekan sebelumnya. Penguatan ini ditopang oleh melemahnya indeks Dolar AS yang mendorong aksi beli karena emas menjadi lebih murah bagi investor non-Dolar. Memasuki pekan ini, perhatian pasar tertuju pada rilis data ekonomi utama AS, khususnya Non-Farm Payrolls pada Rabu dan data inflasi konsumen pada Jumat, yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan emas. Secara teknikal, emas dibuka di kisaran $4988 per troy ons dan masih bergerak dalam tren bullish selama bertahan di atas MA 100. Area 5000 menjadi resistance kunci, sementara 4950 berfungsi sebagai support terdekat.
Harga emas dunia melanjutkan penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut dan sempat menyentuh level terendah dalam empat pekan terakhir pada perdagangan Senin, dipicu aksi likuidasi investor setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kandidat pengganti Ketua The Fed Jerome Powell. Emas dibuka di kisaran $4.670 per troy ons dengan pergerakan cenderung netral. Level resistance terdekat berada di area $4.700, sementara support utama terlihat di sekitar $4.640, dengan potensi tekanan lanjutan jika harga menembus ke bawah area tersebut.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mengumumkan penundaan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) yang semula dijadwalkan Jumat hingga operasional pemerintah federal kembali normal akibat penghentian layanan. Di sisi lain, data PMI Manufaktur ISM AS naik ke level 52,6 pada Januari, melampaui ekspektasi pasar dan mendorong penguatan tipis Indeks Dolar AS (DXY) di sekitar 97,60. Pasangan mata uang utama bergerak terbatas, dengan AUD/USD di kisaran 0,6950 seiring ekspektasi kenaikan suku bunga RBA, EUR/USD melemah di sekitar 1,1790, dan USD/JPY bertahan dekat level tertinggi mingguan 155,70. Sementara itu, harga emas diperdagangkan di sekitar $4.700, tetap tertekan setelah mencatat rekor tertinggi pekan lalu.