Harga emas global bergerak tidak menentu sepanjang perdagangan hari Senin, namun berhasil ditutup menguat di atas level USD 5.000 per troy ons. Penguatan logam mulia ini didorong oleh meningkatnya aksi beli yang dipicu oleh pelemahan indeks Dolar AS, sehingga emas menjadi lebih terjangkau bagi investor pemegang mata uang selain Dolar. Penurunan indeks Dolar mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar yang saat ini menantikan rilis sejumlah data ekonomi penting dari Amerika Serikat, seperti Non-Farm Payrolls dan inflasi CPI. Data tersebut akan memberikan gambaran kondisi ekonomi AS di awal tahun serta menjadi acuan dalam memperkirakan arah kebijakan moneter bank sentral AS ke depan.
Pada awal perdagangan pagi ini, harga emas dibuka di sekitar USD 5.064 per troy ons dan masih memperlihatkan kecenderungan bullish dengan pergerakan yang bertahan di atas level pivot harian. Secara teknikal, emas berpeluang melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance di 5.080. Jika level ini berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di kisaran 5.100 hingga 5.120. Sementara itu, level pivot harian di 5.036 menjadi area support terdekat sekaligus batas bawah bagi skenario bullish. Apabila harga turun menembus level tersebut, arah pergerakan berpotensi berbalik bearish dengan peluang penurunan lanjutan menuju area support di 5.011 hingga 4.986.
Bagikan Berita Ini