Harga emas dunia melanjutkan penurunan untuk sesi ketiga beruntun dan sempat menyentuh level terendahnya dalam empat pekan terakhir pada sesi perdagangan hari Senin. Penurunan harga emas ini masih dipicu oleh kepanikan investor yang mendorong likuidasi aset investasi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kandidat pengganti Jerome Powell sebagai Ketua Fed berikutnya. Masa jabatan Powell normalnya akan berakhir pada bulan Mei tahun ini, namun pemerintahan Trump tampaknya akan mencoba menggesernya lebih cepat dengan tuduhan kriminal yang investigasinya tengah berjalan. Sementara itu, pemerintahan AS kini mengalami shutdown sebagian setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran pada rapat di akhir Januari. Meski demikian, Trump meyakinkan bahwa shutdown ini akan segera berakhir dan kesepakatan anggaran akan tercapai pada hari Selasa.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4670 per troy ons dan menunjukkan bias pergerakan yang cenderung netral dengan bergerak tidak jauh dari level pivot harian. Di sisi atasnya, area 4700 terlihat menjadi level resistance terdekat yang jika ditembus bisa memberi harga emas dorongan bullish jangka pendek dengan target kenaikan mengincar area 4730 atau bahkan hingga area 4760. Namun di sisi lain, harga emas masih belum sepenuhnya lepas dari tekanan bearish dan berpotensi menguji kembali level support di area 4640. Break ke bawah support tersebut dapat menekan harga emas turun untuk kembali menguji level support di area 4610 atau bahkan lebih dalam hingga area 4580.
Bagikan Berita Ini