• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Dolar AS Menguat, Emas Terjun dari Rekor Tertinggi

Harga emas dunia turun lebih dari 1% pada perdagangan Jumat (17/10/2025), setelah sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di atas US$ 4.300 per ons. Penurunan ini terjadi akibat penguatan nilai dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip CNBC International, tekanan terhadap harga emas juga muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa penerapan tarif penuh terhadap China “tidak akan berlangsung lama”.

Harga emas spot ditutup melemah 1,75% ke posisi US$ 4.225,74 per ons, usai sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di US$ 4.379,22 saat awal sesi perdagangan. Sehari sebelumnya, logam mulia ini menembus level US$ 4.300 untuk pertama kalinya, dan secara mingguan masih mencatat kenaikan sekitar 4,8%.

Indeks dolar AS naik 0,1%, membuat harga emas yang menggunakan dolar menjadi relatif lebih mahal bagi pembeli luar negeri.

Sebelum koreksi ini, emas sempat berada di jalur kenaikan mingguan terbesar sejak September 2008, saat krisis keuangan global akibat kejatuhan Lehman Brothers.

“Pernyataan Trump yang lebih tenang sejak pengumuman awal tarif 100% terhadap China tampaknya menurunkan tensi pasar emas,” ujar analis logam independen, Tai Wong.

Trump juga mengonfirmasi rencana pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping pada Jumat, yang sedikit meredakan kekhawatiran pasar terkait meningkatnya tensi perdagangan kedua negara.

Sebagai aset safe haven klasik di tengah gejolak global, harga emas telah melonjak lebih dari 64% sepanjang 2025. Kenaikan ini ditopang oleh ketidakpastian geopolitik, aksi beli masif oleh bank sentral, arus dana masuk ke ETF emas, serta ekspektasi pemangkasan suku bunga AS yang membuat emas—sebagai aset tanpa imbal hasil—semakin menarik.

“Kami memperkirakan harga emas rata-rata berada di kisaran US$ 4.488 per ons pada 2026, dengan peluang kenaikan lebih lanjut karena faktor struktural yang menopang pasar,” kata Kepala Riset Komoditas Global Standard Chartered Bank, Suki Cooper.

Pasar memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober dan satu kali lagi pada Desember.

HSBC juga merevisi naik proyeksi harga emas rata-rata 2025 sebesar US$ 100 menjadi US$ 3.455 per ons, serta memperkirakan harga emas dapat menyentuh US$ 5.000 per ons pada 2026.Permintaan emas fisik di Asia tetap solid meski harga mencetak rekor, dengan premi di India mencapai level tertinggi dalam 10 tahun menjelang musim festival.

sumber : investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?