Harga emas dunia bergerak fluktuatif dalam rentang yang relatif terbatas sepanjang hari Selasa sebelum mengakhiri sesi perdagangan tidak jauh di bawah level pembukaan harian. Data ekonomi yang kemarin dirilis dari Amerika Serikat melaporkan bahwa pertumbuhan laju inflasi dan penjualan ritel dalam sebulan terakhir lebih lambat dari perkiraan.
Harga emas mencatat kenaikan tajam lebih dari 1% pada perdagangan Senin (24/11/2025). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harapan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera menurunkan suku bunga pada bulan Desember. Menurut laporan Reuters, pelaku pasar saat ini juga menunggu publikasi sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya tertunda akibat penutupan pemerintahan.
Harga emas dunia menguat sebesar 1% lebih sepanjang hari Senin berkat dan menutup sesi perdagangan di dekat level tertingginya dalam seminggu terakhir. Logam mulia yang merupakan aset non-bunga kembali mendapat dorongan pembelian dari pelaku pasar yang optimis bahwa Federal Reserve akan melanjutkan pemangkasan suku bunga di bulan Desember.
Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), berada di kisaran US$ 58,18 pada perdagangan Senin pukul 13.15 WIB. Harga minyak bergerak naik tipis setelah Amerika Serikat mendorong tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina. Para pelaku pasar kini menantikan rilis data stok minyak mingguan dari American Petroleum Institute (API) yang dijadwalkan pada Selasa.
Harga emas mengalami pelemahan pada perdagangan Jumat (21/11/2025) waktu setempat, meski sempat merosot lebih dari 1% sebelumnya. Koreksi tersebut tertahan setelah pelaku pasar kembali meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember, menyusul pernyataan bernada dovish dari salah satu pejabat bank sentral AS.
Harga emas dunia bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas sepanjang hari Jumat sebelum kemudian mengakhiri sesi perdagangan tidak jauh di bawah level pembukaan harian.
Harga emas dunia bergerak turun pada perdagangan Kamis (20/11/2025), setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) untuk periode September menunjukkan hasil lebih kuat dari prediksi. Rilis ini semakin mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada Desember, sehingga menekan minat terhadap emas.
Harga emas dunia tidak banyak berubah setelah menjalani sesi perdagangan yang fluktuatif sepanjang hari Kamis. Data ekonomi yang kemarin dirilis dari Amerika Serikat juga memberikan hasil yang beragam tentang situasi pasar tenaga kerja AS di bulan September sebelum terjadinya government shutdown.
Harga emas sempat naik lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (19/11/2025), namun penguatan tersebut tergerus setelah Federal Reserve merilis risalah rapat terbarunya. Para pelaku pasar kini menunggu data ekonomi utama untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) selanjutnya.
Harga emas dunia bergerak fluktuatif sepanjang hari Rabu dengan sempat menguat ke atas level $4.100 per troy ons sebelum kemudian terkoreksi turun setelah dirilisnya notulen rapat FOMC.