Rabu, 4 Maret 2026 – 07:00 WIB Harga emas dunia mengalami tekanan tajam pada perdagangan sebelumnya setelah ditutup melemah signifikan di level 5088.14, turun jauh dari pembukaan di 5324.44. Bahkan, emas sempat menyentuh level terendah harian di 4996.03 sebelum akhirnya rebound tipis menjelang penutupan. Dengan rentang pergerakan mencapai 228 poin, volatilitas pasar terbilang tinggi. Untuk perdagangan hari ini, level pivot berada di 5154.62 yang menjadi kunci arah pergerakan selanjutnya. Jika harga mampu bertahan dan menembus area tersebut, potensi kenaikan dapat mengarah ke resistance 5313.20 hingga 5538.27. Sebaliknya, jika tekanan jual kembali mendominasi dan harga bergerak di bawah 4929.55, emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju area support 4770.97 bahkan 4545.90.
Harga emas dunia anjlok lebih dari 4% pada perdagangan Selasa dan sempat menyentuh level terendah dalam sepekan. Penurunan ini dipicu aksi profit taking di tengah penguatan signifikan Indeks Dolar AS yang mencapai level tertinggi sejak akhir November. Pelaku pasar melepas aset safe haven untuk beralih ke Dollar AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya konflik antara AS, Israel, dan Iran. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran $5.097 per troy ons dan mencoba rebound setelah sempat turun di bawah level psikologis $5.000. Level pivot di $5.154 menjadi target kenaikan terdekat. Jika mampu menembus area tersebut, harga berpotensi menguat menuju $5.175 hingga $5.200. Namun, jika turun di bawah support $5.075, tekanan bearish bisa berlanjut dengan target pelemahan ke area $5.050 hingga $5.025. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis data tenaga kerja AS, terutama laporan Non-Farm Payrolls yang dijadwalkan pada hari Jumat.
Harga emas mengalami tekanan signifikan pada perdagangan sebelumnya setelah sempat menyentuh level tertinggi di 5.419,13 sebelum akhirnya ditutup melemah di 5.321,80. Pergerakan ini menunjukkan aksi ambil untung cukup kuat setelah reli tajam yang terjadi sebelumnya. Untuk perdagangan Selasa (3/3), harga emas bergerak di sekitar level pivot 5.333,81. Secara teknikal, area ini menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya. Jika harga mampu bertahan dan menembus resistance 5.407,12, peluang penguatan menuju 5.492,43 hingga 5.565,74 masih terbuka. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan harga turun di bawah 5.248,50, maka potensi pelemahan dapat berlanjut ke area 5.175,19 bahkan hingga 5.089,88. Dengan rata-rata pergerakan harian mencapai 151 poin, volatilitas emas diperkirakan tetap tinggi sehingga pelaku pasar perlu mewaspadai potensi breakout signifikan di kedua arah.
Harga emas dunia sempat menyentuh level tertinggi dalam lima pekan terakhir, namun terkoreksi dan ditutup di bawah $5.400 per troy ons. Kenaikan sebelumnya dipicu oleh meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketegangan geopolitik setelah aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Namun, penguatan dolar AS—didukung data sektor manufaktur yang positif—memberikan tekanan pada harga emas. Pekan ini, pasar akan fokus pada perkembangan konflik Timur Tengah serta rilis data tenaga kerja AS. Secara teknikal, emas dibuka di sekitar $5.324 dan bergerak netral di dekat pivot 5.334. Resistance terdekat berada di 5.370; jika ditembus, harga berpotensi naik ke area 5.400 hingga 5.430. Sebaliknya, support kunci di 5.300; jika tembus, harga bisa turun ke 5.270 bahkan 5.240.
Harga emas mengawali pekan dengan performa solid setelah ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Emas dibuka di level 5185.34 dan berhasil ditutup di 5263.01, mendekati level tertinggi harian di 5265.27. Sementara itu, level terendah tercatat di 5166.78. Secara teknikal, harga kini bergerak di atas pivot 5231.69 yang membuka peluang kelanjutan tren bullish dalam jangka pendek. Resistance terdekat berada di 5296.59, dengan potensi penguatan lanjutan menuju 5330.18 hingga 5395.08 apabila momentum beli tetap terjaga. Di sisi lain, support terdekat berada di 5198.10. Jika harga terkoreksi dan menembus area tersebut, tekanan jual dapat membawa emas turun ke kisaran 5133.20 hingga 5099.61. Dengan rata-rata pergerakan harian mencapai 136 poin, volatilitas pasar masih cukup tinggi sehingga pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap potensi breakout maupun koreksi teknikal di awal pekan ini.
Indeks Dolar AS (DXY) melemah tipis ke sekitar 97,69 pada Jumat siang, dengan pelaku pasar menanti rilis data Indeks Harga Produsen (IHP) AS yang diperkirakan menunjukkan perlambatan inflasi grosir menjadi 0,3% MoM. Data ini akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Dolar AS tertekan oleh ketidakpastian kebijakan perdagangan setelah Donald Trump mengumumkan rencana tarif impor 15%, menyusul putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan rezim tarif sebelumnya. Namun, potensi eskalasi geopolitik dengan Iran dapat menopang USD melalui permintaan safe haven. Di sisi lain, perundingan nuklir masih berlanjut. Menlu Iran Abbas Araqchi menyebut pembicaraan terbaru cukup substansial, meski sumber AS menilai belum memuaskan. Negosiasi akan dilanjutkan, dengan pertemuan teknis dijadwalkan di Wina pekan depan.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya operasi militer besar-besaran terhadap Iran, menyusul serangan pre-emptive Israel ke Teheran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan serangan tersebut untuk menghilangkan “ancaman eksistensial”. Iran dilaporkan meluncurkan serangan balasan, sementara Israel menetapkan keadaan darurat. Ketegangan ini diperkirakan memicu gelombang risk-off di pasar global awal pekan, mendorong lonjakan aset safe haven seperti emas, minyak, Dolar AS, Yen Jepang, dan Franc Swiss, serta berpotensi menekan
Harga emas ditutup menguat tipis pada perdagangan sebelumnya setelah bergerak dalam rentang yang cukup lebar. Emas dibuka di level 5142.49, sempat menyentuh level tertinggi 5217.46 dan terendah 5122.85, sebelum akhirnya ditutup di 5164.80. Pergerakan ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara buyer dan seller di area resistance terdekat. Secara teknikal, level Pivot berada di 5168.37 yang menjadi acuan pergerakan hari ini. Selama harga bergerak di atas area pivot, peluang penguatan masih terbuka menuju resistance 5213.89 hingga 5262.98. Jika momentum beli berlanjut dan mampu menembus resistance kuat di 5308.50, tren bullish berpotensi berlanjut. Namun, apabila harga bergerak di bawah pivot, tekanan jual dapat membawa emas menguji support di 5119.28 hingga 5073.76. Penembusan di bawah 5024.67 akan membuka peluang koreksi yang lebih dalam. Dengan rata-rata pergerakan harian (daily average) sebesar 156 poin, volatilitas emas masih tergolong tinggi sehingga pelaku pasar perlu memperhatikan manajemen risiko dan konfirmasi arah sebelum mengambil keputusan transaksi.
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pada sesi Eropa Rabu bergerak turun tipis di sekitar US$65,95 per barel, namun masih dekat level tertinggi tujuh bulan terakhir. Kenaikan harga sepanjang pekan didukung oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan dan menciptakan risk premium di pasar. Di sisi lain, lonjakan inventaris minyak mentah AS menimbulkan kekhawatiran oversupply jangka pendek, meski belum cukup kuat membalikkan tren kenaikan. Spekulasi kesepakatan nuklir AS–Iran juga sempat menekan harga karena berpotensi meredakan konflik dan risiko pasokan. Secara keseluruhan, WTI diperkirakan tetap volatil di kisaran tinggi, dengan pasar menunggu perkembangan diplomatik dan laporan resmi persediaan minyak untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.
Harga emas dunia bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas pada Rabu dan ditutup sedikit di atas level pembukaan. Emas sempat menembus $5.200 per troy ons karena dorongan permintaan safe haven setelah pidato State of the Union Presiden AS, namun minimnya petunjuk kebijakan lanjutan memicu aksi profit taking sehingga harga kehilangan momentum. Pasar kini menanti katalis baru, termasuk data klaim pengangguran AS. Pagi ini emas dibuka di sekitar $5.164 dan bergerak dekat level pivot dengan bias netral. Resistance terdekat berada di area 5.190; jika ditembus, harga berpotensi naik ke 5.215 hingga 5.240. Sebaliknya, support di 5.140 menjadi kunci; penembusan level ini dapat menekan harga ke 5.115 sampai 5.090.