Harga emas dunia melemah sebesar 4% lebih dan sempat menyentuh level terendahnya dalam seminggu terakhir pada sesi perdagangan hari Selasa. Logam mulia tertekan oleh aksi profit taking seiring pelaku pasar melikuidasi sebagian aset safe haven untuk mendapatkan dana tunai dalam bentuk mata uang Dollar AS. Indeks Dollar AS kemarin terlihat menguat ke level tertingginya sejak akhir November di tengah kepanikan pelaku pasar terhadap memanasnya situasi geopolitik global. Perkembangan situasi di Timur Tengah yang berkaitan dengan konflik bersenjata antara AS, Israel, dan Iran masih akan menjadi perhatian utama. Selain itu, pelaku pasar juga perlu memperhatikan laporan data tenaga kerja AS dengan sorotan utamanya tertuju pada data Non-Farm Payrolls yang akan dirilis pada hari Jumat.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $5097 per troy ons dan terlihat mencoba melanjutkan rebound setelah kemarin sempat turun ke bawah level harga psikologis 5000. Level pivot harian 5154 tampaknya akan menjadi target kenaikan terdekat untuk hari ini. Break ke atas area tersebut dapat mengembalikan harga emas ke jalur bullish dengan potensi kenaikan mengincar kembali area 5175 atau bahkan hingga area 5200. Di sisi bawahnya, area 5075 akan menjadi level support terdekat yang jika ditembus akan menggagalkan skenario bullish. Pergerakan di bawah area 5075 juga berpotensi memicu tekanan bearish yang akan membawa harga emas turun dan menguji kembali level support di area 5050 atau bahkan hingga area 5025.
Bagikan Berita Ini