Harga emas dunia bergerak relatif terbatas pada perdagangan akhir pekan lalu setelah sempat menyentuh level tertinggi di 4740, namun ditutup melemah tipis di kisaran 4716. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah minimnya sentimen baru yang kuat. Tekanan terhadap emas masih datang dari penguatan dolar AS serta ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama. Di sisi lain, ketidakpastian geopolitik global tetap memberikan dukungan terbatas bagi logam mulia sebagai aset safe haven. Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpotensi bergerak dalam rentang 4669 – 4752. Break di atas resistance dapat membuka peluang kenaikan lanjutan, sementara penembusan support berisiko membawa harga kembali melemah lebih dalam.
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Kamis dan mendekati level terendah dalam dua pekan terakhir, seiring meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz antara Amerika Serikat dan Iran. Kondisi ini mendorong harga minyak naik mendekati $100 per barel, sehingga memicu kekhawatiran inflasi global. Ekspektasi bahwa bank sentral, termasuk Federal Reserve, akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama turut menekan daya tarik emas sebagai aset non-bunga. Secara teknikal, emas bergerak bearish di kisaran $4700 per troy ons. Support terdekat berada di level 4675, dengan potensi penurunan lanjutan ke 4650 hingga 4625. Sementara itu, resistance berada di area 4725, dan jika ditembus dapat membuka peluang kenaikan menuju 4750 hingga 4775.
Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya, turun dari level pembukaan 4744.45 ke 4694.32 setelah sempat menyentuh level terendah di 4664.11. Pergerakan ini mencerminkan tekanan jual yang masih cukup kuat di pasar. Memasuki sesi Jumat, emas bergerak di sekitar level pivot 4703.88 dengan kecenderungan bearish. Selama harga masih tertahan di bawah pivot, potensi penurunan tetap terbuka dengan support terdekat di 4654.55. Jika level ini ditembus, emas berpeluang melanjutkan pelemahan ke area 4614.77 hingga 4565.44. Sebaliknya, jika harga mampu kembali naik dan bertahan di atas pivot, peluang rebound terbuka dengan target resistance di 4743.66, dilanjutkan ke 4792.99 hingga 4832.77. Dengan rata-rata pergerakan harian mencapai 115 poin, volatilitas pasar diperkirakan masih akan tinggi.
Harga emas dunia bergerak fluktuatif sepanjang perdagangan Rabu dan ditutup menguat tipis di atas level pembukaan harian. Kenaikan emas tertahan oleh penguatan dolar AS serta naiknya harga minyak di tengah memanasnya tensi geopolitik Timur Tengah. Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan perpanjangan tenggat gencatan senjata dengan Iran selama 3–5 hari, disertai rencana pembicaraan lanjutan, meski hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran. Pada perdagangan Kamis pagi, emas dibuka di kisaran US$4.744 per troy ons dan cenderung bergerak netral di sekitar level pivot. Secara teknikal, harga diperkirakan masih bergerak sideways dalam rentang 4713–4770. Penembusan di atas 4770 berpotensi mendorong penguatan lanjutan ke area 4800 hingga 4826, sementara penurunan di bawah 4713 dapat membuka ruang pelemahan menuju 4685 hingga 4656.
Harga emas dunia ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu, bertahan di atas level US$4.700 per troy ons meskipun pergerakannya masih terbatas. Kenaikan ini didorong oleh sikap pasar yang cenderung wait and see terhadap arah kebijakan suku bunga dari Federal Reserve serta perkembangan terbaru kondisi geopolitik global. Secara teknikal, harga emas bergerak dalam rentang yang relatif sempit dengan level pivot di 4742.57 menjadi kunci pergerakan hari ini. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang penguatan menuju resistance 4769.66 hingga 4799.18 masih terbuka. Namun, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah pivot, emas berpotensi melemah ke area support 4713.05 hingga 4685.96. Pelaku pasar juga mencermati pergerakan dolar AS yang masih fluktuatif serta sentimen risiko global yang dapat memengaruhi minat terhadap aset safe haven seperti emas. Dengan rata-rata pergerakan harian sekitar 106 poin, volatilitas pasar diperkirakan tetap terjaga dalam jangka pendek.
Harga emas dunia mencatat penurunan tajam pada perdagangan sebelumnya setelah ditutup melemah di $4720.02 dari harga pembukaan $4824.55. Tekanan jual yang kuat membuat emas sempat menyentuh level terendah harian di $4668.45, sebelum akhirnya sedikit pulih menjelang penutupan pasar. Untuk perdagangan hari ini, area pivot berada di $4740.43 yang menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya. Jika harga mampu bertahan di atas pivot, emas berpotensi menguat mengincar resistance terdekat di $4812.40 hingga $4904.79. Namun jika kembali bergerak di bawah pivot, tekanan bearish dapat membawa harga turun menuju support di $4648.04 dan berlanjut ke $4576.07. Dengan daily average 139 poin, volatilitas pasar diperkirakan tetap tinggi dan pergerakan emas berpotensi agresif sepanjang sesi perdagangan hari ini.
Harga emas dunia melemah mendekati level terendah dalam sepekan terakhir pada perdagangan Selasa, tertekan oleh penguatan Dollar AS. Sentimen pasar dipicu data penjualan ritel AS yang naik signifikan melebihi ekspektasi, sehingga memperkuat peluang kebijakan suku bunga ketat lebih lama. Di sisi lain, ketidakpastian negosiasi gencatan senjata antara AS dan Iran kembali memicu kekhawatiran pasokan minyak dunia. Jika harga minyak bertahan di atas $90 per barel, tekanan inflasi berpotensi meningkat dan membuat investor mengurangi kepemilikan aset safe haven seperti emas. Secara teknikal, emas berada dalam bias bearish setelah turun di bawah Moving Average 100-hari. Support terdekat berada di area $4700, dengan potensi penurunan lanjutan menuju $4675–$4650 jika level tersebut ditembus. Sementara resistance terdekat berada di area $4750, dan jika berhasil ditembus maka emas berpeluang naik ke $4775 hingga $4800.
Harga Emas Bertahan Dekat Puncak, Pasar Fokus Timur Tengah dan Arah Kebijakan The Fed Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Senin dengan bertahan di atas **US$4.800 per troy ons**, mendekati level tertinggi pekan lalu. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal kemungkinan tidak memperpanjang gencatan senjata yang berakhir Rabu. Ketidakpastian geopolitik tersebut kembali meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Selain itu, pasar juga menanti rilis data penjualan ritel AS serta pidato Kevin Warsh yang disebut sebagai kandidat kuat Ketua The Fed berikutnya. Secara teknikal, emas masih bergerak dalam bias bullish selama bertahan di atas area **US$4.795**, dengan potensi kenaikan menuju US$4.855 hingga US$4.885 per troy ons.
**Emas Masih Bullish, Fokus Pasar Tertuju Konflik Global** Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya, naik dari level pembukaan di **4773.75** ke penutupan di **4820.62**, setelah sempat menyentuh level tertinggi di **4827.40**. Penguatan ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian global. Memasuki perdagangan Selasa, emas bergerak di atas level pivot **4795.01**, mengindikasikan bias masih cenderung bullish. Selama bertahan di atas area tersebut, harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance **4853.01** hingga **4885.41**. Namun, jika harga kembali turun dan menembus area pivot, tekanan bearish bisa kembali muncul dengan potensi pelemahan menuju support **4762.61** atau bahkan **4704.61**. Pergerakan emas hari ini diperkirakan tetap volatil dengan rata-rata harian mencapai **119 poin**, seiring pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik dan arah kebijakan ekonomi global.
Harga emas dunia kembali bergerak fluktuatif di awal pekan setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam satu bulan terakhir. Penguatan emas pada akhir pekan lalu dipicu oleh kebijakan Presiden AS Donald Trump yang membuka kembali blokade di Selat Hormuz, sehingga menekan harga minyak dan mendorong peralihan aset ke logam mulia. Namun, sentimen pasar berubah cepat setelah ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat selama akhir pekan. Kedua negara saling menuduh pelanggaran gencatan senjata, memicu kekhawatiran baru di pasar global. Memasuki perdagangan hari ini, harga emas dibuka melemah di kisaran $4773 per troy ons dan kini mencoba kembali menguat dengan menguji level resistance di area 4800. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, emas berpotensi melanjutkan kenaikan ke area 4825 hingga 4850. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah 4750, maka risiko pelemahan ke area 4725 hingga 4700 semakin terbuka. Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga akan mencermati rilis data ekonomi AS seperti penjualan ritel serta pidato calon Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang berpotensi memberikan arah baru bagi pergerakan emas.