Harga emas dunia berhasil menutup sesi perdagangan hari Senin di atas level $4.800 per troy ons dan mendekati level tertingginya pekan lalu. Perkembangan situasi di Timur Tengah masih akan menjadi perhatian utama pelaku pasar pekan ini. Presiden AS Donald Trump kemarin menyatakan bahwa pihaknya kemungkinan besar tidak akan memperpanjang gencatan senjata yang tenggat waktunya akan berakhir pada hari Rabu. Berlanjutnya perang berpotensi mendorong permintaan aset safe haven seperti logam mulia. Selain itu, perhatian pelaku pasar hari ini juga akan tertuju pada rilis data penjualan ritel AS serta pidato dari Kevin Warsh sebagai calon Ketua Fed berikutnya. Warsh dinominasikan oleh Presiden Trump yang menginginkan suku bunga lebih rendah dari yang diterapkan Fed sekarang di bawah Jerome Powell.
Emas mengawali sesi perdagangan hari ini di kisaran harga $4824 per troy ons dan bergerak di atas level pivot harian yang menunjukkan bias bullish. Area 4855 akan menjadi level resistance sekaligus target kenaikan terdekatnya hari ini. Break ke atas resistance tersebut akan menopang harga emas untuk melanjutkan kenaikan mengincar level resistance yang lebih tinggi di area 4885 atau bahkan hingga area kunci 4915. Skenario bullish ini akan batal jika harga emas berbalik turun dan melewati level pivot harian 4795 yang menjadi area support kunci. Pergerakan di bawah area pivot akan mengembalikan tekanan bearish yang berpotensi membawa harga emas turun menuju level support lanjutan di area 4765 atau bahkan lebih dalam hingga area 4735.
buatkan short berita
Bagikan Berita Ini