• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
Blog Photo

Emas Melonjak 2% Usai Data Inflasi AS Melemah, Peluang Cut Rate Kian Terbuka

**Emas Naik 2%: Dolar Melemah, Peluang Cut Rate The Fed Kembali Terbuka** Harga emas dunia melonjak sekitar 2% pada perdagangan Selasa, didorong oleh pelemahan indeks Dollar AS setelah rilis data inflasi produsen yang lebih rendah dari ekspektasi. Kondisi ini memperkuat sinyal bahwa tekanan inflasi mulai mereda, sejalan dengan data inflasi konsumen sebelumnya. Ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pun kembali meningkat menjelang pertemuan FOMC akhir bulan ini. Suku bunga yang lebih rendah menjadi sentimen positif bagi emas sebagai aset safe haven non-yielding. Pada sesi pagi ini, emas dibuka di kisaran $4842 per troy ons dengan bias bullish yang masih kuat. Harga berpotensi menguji resistance di 4875, dengan target lanjutan di 4910 hingga 4940. Namun, aksi profit taking bisa menekan harga turun ke area pivot 4811, dengan support berikutnya di 4780 hingga 4750.

Blog Photo

Emas Bangkit dari Tekanan, Siap Uji Level Kunci 4770

Emas Rebound di Tengah Ketegangan Global, Potensi Uji Resistance 4770 Harga emas dunia berhasil bangkit setelah sempat menyentuh level terendah dalam empat sesi terakhir pada awal pekan. Logam mulia ini kemudian memantul dan kembali mendekati penutupan pekan lalu, didorong oleh pelemahan indeks Dollar AS serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Sentimen pasar juga dipengaruhi kabar bahwa Iran tengah mempertimbangkan pembekuan aktivitas pengayaan uranium selama 20 tahun sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan. Selain itu, pelaku pasar kini menantikan rilis data indeks harga produsen (PPI) AS sebagai petunjuk arah inflasi menjelang pertemuan FOMC akhir bulan. Secara teknikal, emas bergerak di kisaran $4747 per troy ons dan kembali berada dalam tren bullish setelah menembus Moving Average 100-hari. Harga berpotensi menguji resistance di area 4770, dengan peluang kenaikan lanjutan ke 4795 hingga 4820. Namun, jika turun di bawah support 4723, tekanan bearish bisa kembali muncul dan mendorong harga ke level 4700 hingga 4675.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia melanjutkan penguatan pada perdagangan sebelumnya dengan ditutup naik signifikan di level 4740.26, setelah sempat menyentuh level terendah di 4639.89. Pergerakan ini menunjukkan adanya minat beli yang cukup kuat, seiring meningkatnya ketidakpastian global dan pelemahan Dollar AS. Secara teknikal, emas saat ini bergerak di atas level pivot 4710.03 yang membuka peluang lanjutan tren bullish. Jika momentum penguatan berlanjut, harga berpotensi menguji resistance di area 4780.17 hingga 4820.08. Namun, pelaku pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi apabila harga turun di bawah support 4670.12, yang dapat membuka ruang pelemahan lebih lanjut ke area 4599.98. Dengan rata-rata pergerakan harian sebesar 146 poin, volatilitas emas masih tergolong tinggi, sehingga peluang trading jangka pendek tetap terbuka lebar baik pada skenario bullish maupun bearish.

Blog Photo

Emas Tertekan Inflasi AS dan Ketegangan Amerika Serikat–Iran, Harga Berpotensi Lanjut Melemah

Harga emas dunia bergerak terbatas pada perdagangan Jumat sebelum ditutup melemah tipis, tertekan oleh rilis data inflasi Amerika Serikat yang menunjukkan kenaikan cukup signifikan. Meski masih di bawah ekspektasi pasar, tingginya inflasi berpotensi menahan langkah Federal Reserve dalam memangkas suku bunga, sehingga mengurangi daya tarik emas sebagai aset non-bunga. Memasuki awal pekan, harga emas dibuka melemah tajam ke kisaran $4640 per troy ons, dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik setelah langkah yang diambil oleh Donald Trump terhadap Iran. Meskipun sempat mencoba rebound, pergerakan harga masih tertahan di area resistance penting pada Moving Average 100-hari di sekitar 4685. Secara teknikal, emas masih berada dalam tekanan bearish. Jika gagal menembus resistance, harga berpotensi kembali melemah menguji support di area 4600, bahkan membuka peluang penurunan lanjutan hingga 4560. Sementara itu, perkembangan situasi antara Amerika Serikat dan Iran tetap menjadi faktor utama yang mempengaruhi arah pergerakan pasar.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup melemah tipis pada perdagangan sebelumnya, turun dari level pembukaan di 4771.81 ke posisi 4759.43. Meski sempat menyentuh level tertinggi di 4794.89, tekanan jual kembali mendominasi hingga harga turun ke level terendah di 4730.70. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di awal pekan, di tengah minimnya sentimen kuat yang mampu mendorong harga secara signifikan. Dengan volatilitas harian yang mencapai rata-rata 136 poin, emas masih bergerak dalam rentang konsolidasi. Untuk perdagangan hari ini, level pivot berada di 4761.67 yang menjadi acuan utama arah pergerakan. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan menuju area resistance 4792.65 hingga 4825.86 terbuka. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut dan harga turun di bawah pivot, maka emas berpeluang menguji support di 4728.46 hingga 4697.48. Secara keseluruhan, pasar saat ini masih cenderung sideways dengan potensi breakout menunggu katalis baru dari data ekonomi global maupun perkembangan geopolitik.

Blog Photo

Emas Berbalik Melemah Usai Gencatan Senjata AS-Iran, Tekanan Bearish Meningkat

**Emas Gagal Bertahan di Puncak, Sentimen Safe Haven Mulai Mereda** Harga emas dunia sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan terakhir pada perdagangan Selasa, namun berbalik melemah dan ditutup di bawah harga pembukaan. Penurunan ini terjadi seiring meredanya ketegangan geopolitik setelah Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata serta membuka kembali Selat Hormuz untuk sementara waktu. Kabar tersebut memicu penurunan tajam harga minyak dunia hingga lebih dari 11%, sekaligus mengurangi minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Meski sempat menguat, logam mulia tidak mampu mempertahankan posisinya di level tinggi dan mulai terkoreksi. Di sisi lain, rilis notulen FOMC tidak memberikan dampak signifikan terhadap pasar karena minimnya petunjuk baru terkait arah kebijakan suku bunga AS. Memasuki perdagangan hari ini, emas dibuka di kisaran $4725 per troy ons dengan kecenderungan bearish, didukung oleh pola shooting star. Level 4700 menjadi support terdekat yang jika ditembus dapat membuka peluang penurunan lebih lanjut ke area 4675 hingga 4650. Sementara itu, resistance berada di sekitar pivot 4758, yang jika berhasil dilewati berpotensi mendorong harga kembali menguat menuju 4790 hingga 4820.

Blog Photo

Gold Analysis Report

**Harga Emas Melemah, Tekanan Jual Masih Mendominasi Pasar** Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Rabu (8/4), setelah sempat menyentuh level tertinggi di 4855.80 per troy ons. Namun, tekanan jual yang muncul menjelang penutupan sesi membuat harga turun dan berakhir di level 4719.22, bahkan lebih rendah dari harga pembukaan di 4733.75. Pergerakan ini menunjukkan adanya aksi profit taking setelah penguatan signifikan sebelumnya, sekaligus mencerminkan pasar yang masih diliputi ketidakpastian. Rentang pergerakan harian yang mencapai 178 poin juga menandakan volatilitas yang cukup tinggi. Memasuki perdagangan Kamis (9/4), harga emas berpotensi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan menguji area pivot di 4758.29. Jika mampu bertahan di atas level tersebut, emas berpeluang menguat menuju resistance 4816.73 hingga 4914.23. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut, harga berisiko turun ke support 4660.79 bahkan hingga 4602.35. Pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap sentimen global dan pergerakan dolar AS yang masih menjadi faktor utama dalam menentukan arah harga emas.

Blog Photo

Emas Tertahan di Level $4650, Arah Selanjutnya Tunggu Break 4675

Harga emas dunia bergerak stabil dengan volatilitas terbatas pada perdagangan Senin, dipengaruhi minimnya aktivitas pasar akibat libur Paskah. Meski demikian, ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi perhatian utama setelah ancaman serangan AS terhadap Iran, yang berpotensi meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran $4650 per troy ons dengan kecenderungan bullish. Jika mampu menembus resistance 4675, harga berpeluang naik ke 4700 hingga 4725. Namun, jika turun di bawah support 4625, emas berpotensi melemah menuju 4600 hingga 4575.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan sebelumnya, setelah sempat menyentuh level tertinggi di 4706 namun ditutup melemah tipis di 4650. Pergerakan ini mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah ketidakpastian global yang masih berlangsung. Memasuki perdagangan Selasa (7/4), emas dibuka di sekitar area pivot 4652 dan berpotensi melanjutkan pergerakan volatil. Selama mampu bertahan di atas level pivot, peluang kenaikan menuju resistance 4704 hingga 4758 masih terbuka. Namun, jika harga turun di bawah 4598, tekanan bearish berpotensi membawa emas menguji level support berikutnya di 4546.

Blog Photo

Emas Terbang 4 Hari Beruntun, Sentimen Global Masih Dorong Tren Bullish

Harga emas dunia melanjutkan tren penguatan selama empat sesi berturut-turut, didorong oleh pelemahan indeks Dollar AS pada awal perdagangan Rabu. Emas bahkan bertahan di dekat level tertinggi dalam dua pekan meskipun dolar sempat menguat kembali setelah rilis data ekonomi AS yang solid. Data tenaga kerja sektor swasta, penjualan ritel, dan aktivitas manufaktur AS yang tumbuh di atas ekspektasi belum mampu meredam kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi global, terutama di tengah konflik yang masih berlangsung antara AS dan Iran. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran $4.758 per troy ons dan masih menunjukkan bias bullish. Selama bertahan di atas $4.726, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju $4.790 hingga $4.822. Namun, jika turun di bawah level tersebut, emas berisiko terkoreksi ke $4.694 hingga $4.652.

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?