Harga emas dunia menutup sesi perdagangan hari Kamis di atas level pembukaan harian untuk memutus rentetan penurunan harian yang dialaminya sejak awal pekan ini. Indeks dolar AS kemarin melemah setelah tidak adanya kejutan dari notulen rapat FOMC yang dirilis pada akhir sesi hari Rabu, sehingga membantu mendorong pembelian logam mulia dari pemegang mata uang non-dolar. Kenaikan harga emas juga terbantu oleh terkoreksinya harga minyak dunia yang turun seiring dengan tidak adanya kabar bahwa Selat Hormuz kembali diblokade meskipun konflik antara AS dan Iran kembali memanas. Pelaku pasar tampaknya masih menahan diri untuk bertransaksi jangka panjang di pekan ini yang relatif sepi dari rilis data ekonomi, dan tengah menunggu rilis data CPI pekan depan untuk melihat situasi inflasi di Amerika Serikat.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4124 per troy ons dan menunjukkan bias bullish untuk jangka pendek dengan bergerak di atas level pivot harian dan indikator Moving Average 100 pada grafik 4 jam. Area 4140 akan menjadi target kenaikan sekaligus level resistance terdekat. Break ke atas resistance tersebut dapat menopang harga emas untuk melanjutkan tren bullish untuk mengincar target yang lebih tinggi di area 4156 atau bahkan hingga area 4172. Sementara di sisi sebaliknya, level pivot harian 4105 akan menjadi level support terdekat dan batas bawah untuk skenario bullish. Break ke bawah area pivot akan mengembalikan tekanan bearish pada harga emas yang berpotensi membawanya turun untuk menguji level support di area 4089 atau bahkan lebih dalam hingga area kunci 4073.
Bagikan Berita Ini