• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Tertekan, Pasar Menanti Data Penjualan Ritel AS

Harga emas dunia sempat menguat dan menyentuh level tertingginya dalam dua bulan pada hari Kamis sebelum kemudian terkoreksi turun dan menutup sesi perdagangan kemarin di bawah level pembukaan harian. Naiknya imbal hasil obligasi AS membuat daya tarik aset non-bunga seperti logam mulia sedikit berkurang di mata investor. Meski demikian, penurunan harga emas kemarin masih relatif dibatasi oleh data ekonomi AS yang melaporkan adanya pelambatan laju inflasi di tingkat produsen pada bulan Juli dan kenaikan jumlah pengangguran dalam seminggu terakhir. Data penjualan ritel dari AS yang dirilis nanti malam berpotensi menjadi katalis penentu arah pergerakan harga emas sebelum penutupan akhir pekan ini.

Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4353 per troy ons dan kini berada dalam bias bearish melihat posisinya yang kembali bergerak di bawah level indikator Moving Average 100-hari. Area 4333 akan menjadi target penurunan sekaligus level support terdekat yang, jika ditembus, dapat membawa harga emas turun menuju level support yang lebih dalam di area 4313 atau bahkan hingga area 4293. Di sisi atasnya, area 4373 akan menjadi level resistance yang perlu ditembus oleh harga emas untuk mengurangi tekanan bearish. Pergerakan stabil di atas level resistance tersebut juga akan mengembalikan dorongan bullish dan menopang harga emas naik mengincar resistance yang lebih tinggi di area 4393 atau bahkan hingga area 4413.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?