• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
Blog Photo

Harga Emas Menguat Tipis, Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed Kembali Menguat

Harga emas dunia ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu setelah data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat dirilis lebih rendah dari perkiraan. Data tersebut meningkatkan harapan pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga The Fed, sehingga menekan indeks Dollar AS dan mendorong aksi beli emas. Namun, penguatan emas masih terbatas karena harga minyak kembali naik di atas US$80 per barel akibat berlanjutnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran US$4.065 per troy ons dan masih bergerak dalam tren bullish selama bertahan di atas level US$4.050. Resistance terdekat berada di US$4.080, sementara support berada di US$4.050. Jika resistance berhasil ditembus, emas berpotensi menguji area US$4.095–4.110. Sebaliknya, penurunan di bawah support dapat membuka peluang koreksi menuju US$4.035–4.020.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup menguat tipis pada perdagangan Rabu setelah sempat bergerak fluktuatif sepanjang sesi. Sentimen positif datang dari melemahnya indeks Dollar AS usai data Indeks Harga Produsen (PPI) Amerika Serikat dirilis lebih rendah dari ekspektasi, sehingga kembali meningkatkan harapan pasar terhadap peluang pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di US$4.052,57 per troy ons dan masih bergerak di atas level pivot US$4.052,85, menjaga peluang penguatan jangka pendek. Resistance terdekat berada di US$4.088, sementara support berada di US$4.025. Selama bertahan di atas area support, emas berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$4.117. Sebaliknya, jika turun di bawah US$4.025, tekanan bearish dapat membawa harga menguji area US$3.989.

Blog Photo

Emas Menguat Usai Inflasi AS Melandai, Pasar Nantikan Keputusan The Fed

Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih rendah dari ekspektasi memicu pelemahan indeks Dollar AS. Kondisi ini meningkatkan harapan pasar bahwa Federal Reserve akan mengambil kebijakan suku bunga yang lebih longgar pada pertemuan akhir bulan, sehingga mendukung kenaikan harga emas. Meski demikian, penguatan emas masih terbatas oleh lonjakan harga minyak dunia yang mencapai level tertinggi dalam sebulan terakhir akibat meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran US$4.052 per troy ons dan masih bergerak netral di sekitar level pivot. Resistance terdekat berada di US$4.075, sementara support penting berada di US$4.025.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Selasa setelah pelemahan indeks Dollar AS meningkatkan minat beli investor terhadap aset safe haven. Logam mulia mengakhiri sesi di level US$4.052,68 per troy ons setelah sempat menyentuh level tertinggi US$4.103,17. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran US$4.004 per troy ons dan diperkirakan bergerak di sekitar pivot US$4.046,58. Area US$4.109 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan menuju US$4.166, sedangkan support berada di US$3.990. Jika level tersebut ditembus, harga emas berpotensi melanjutkan pelemahan ke area US$3.927.

Blog Photo

Harga Emas Anjlok 2%, Pasar Fokus Menanti Data Inflasi AS

Harga emas dunia anjlok sekitar 2% pada perdagangan Senin dan ditutup di level terendah dalam dua pekan. Pelemahan dipicu meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz yang mendorong harga minyak dunia naik ke level tertinggi dalam tiga pekan. Kenaikan harga minyak kembali memicu kekhawatiran inflasi global dan meningkatkan ekspektasi suku bunga tetap tinggi, sehingga menekan daya tarik emas. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di kisaran US$4.004 per troy ons. Pelaku pasar kini menantikan rilis data inflasi (CPI) Amerika Serikat yang berpotensi menjadi penentu arah kebijakan Federal Reserve pada pertemuan akhir bulan ini.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup melemah tajam pada perdagangan sebelumnya hingga ke kisaran US$4.000 per troy ons setelah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dan memperkuat kekhawatiran inflasi global. Sentimen tersebut mendorong investor mengurangi minat terhadap emas menjelang rilis data inflasi (CPI) Amerika Serikat. Pada perdagangan hari ini, emas diperkirakan bergerak dengan bias bearish. Level US$3.957 menjadi support terdekat, sementara US$4.074 menjadi resistance awal yang perlu ditembus apabila terjadi rebound. Fokus pelaku pasar kini tertuju pada data inflasi AS yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan emas dan kebijakan suku bunga Federal Reserve.

Blog Photo

Emas Melemah, Pasar Tunggu Data Inflasi AS Pekan Ini

Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap memanasnya kembali konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong inflasi global. Meski terkoreksi, emas masih mampu bertahan di atas level US$4.100 per troy ons berkat aksi beli di harga rendah (bargain hunting) menjelang penutupan pekan. Pada perdagangan pagi ini, emas bergerak di sekitar US$4.097 per troy ons dan menguji area support 4.076. Apabila level tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju 4.043 hingga 4.013. Sebaliknya, jika mampu kembali bergerak di atas pivot 4.105, peluang rebound menuju 4.137 hingga 4.167 masih terbuka. Fokus pasar pekan ini tertuju pada rilis data inflasi (CPI) AS serta testimoni Ketua The Fed, Kevin Warsh, yang diperkirakan akan memberikan petunjuk arah kebijakan moneter selanjutnya.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat setelah sempat bergerak volatil di kisaran US$4.072–4.135 per troy ons. Penguatan dolar AS dan aksi ambil untung menjelang pekan yang dipenuhi rilis data ekonomi penting membuat tekanan jual kembali mendominasi pasar. Pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.108 per troy ons dengan pivot di 4.105,21. Selama harga bertahan di atas area pivot, peluang penguatan menuju resistance 4.137 masih terbuka. Sebaliknya, jika menembus support 4.075, tekanan jual berpotensi berlanjut ke area 4.043. Fokus pelaku pasar pekan ini tertuju pada data inflasi (CPI) Amerika Serikat yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan emas selanjutnya.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan Jumat setelah sempat bergerak volatil di kisaran US$4.072–4.135 per troy ons. Penguatan dolar AS dan aksi ambil untung menjelang pekan yang dipenuhi rilis data ekonomi penting membuat tekanan jual kembali mendominasi pasar. Pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.108 per troy ons dengan pivot di 4.105,21. Selama harga bertahan di atas area pivot, peluang penguatan menuju resistance 4.137 masih terbuka. Sebaliknya, jika menembus support 4.075, tekanan jual berpotensi berlanjut ke area 4.043. Fokus pelaku pasar pekan ini tertuju pada data inflasi (CPI) Amerika Serikat yang diperkirakan akan menjadi penentu arah pergerakan emas selanjutnya.

Blog Photo

Emas Kembali Bullish, Pelemahan Dolar Jadi Pendorong Utama

Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Kamis setelah pelemahan indeks Dollar AS mendorong minat beli logam mulia. Sentimen positif juga didukung oleh turunnya harga minyak dunia seiring meredanya kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dari Selat Hormuz. Meski demikian, pelaku pasar masih cenderung berhati-hati dan menunggu rilis data inflasi (CPI) Amerika Serikat pekan depan sebagai petunjuk arah kebijakan Federal Reserve. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.124 per troy ons dengan bias bullish selama bertahan di atas level US$4.105. Resistance terdekat berada di US$4.140, sementara support berada di US$4.105, diikuti US$4.089 dan US$4.073 apabila tekanan jual kembali meningkat.

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?