• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Harga Emas Anjlok 2%, Pasar Fokus Menanti Data Inflasi AS

Harga emas dunia melemah sebesar 2% sepanjang hari Senin dan menutup sesi perdagangan di dekat level terendahnya dalam dua pekan seiring kembali memanasnya situasi di Timur Tengah. Amerika Serikat dan Iran kemarin kembali berseteru mengenai Selat Hormuz sehingga mendorong kenaikan harga minyak dunia kembali ke level tertingginya dalam tiga pekan terakhir. Naiknya harga minyak mengembalikan kecemasan pelaku pasar terhadap kenaikan laju inflasi global yang berpotensi mendorong bank sentral untuk mengimbanginya dengan kenaikan suku bunga. Selain memantau situasi di Timur Tengah, perhatian pelaku pasar hari ini juga akan tertuju pada rilis data inflasi bulan Juni dari Amerika Serikat. Hasil data tersebut bisa menjadi salah satu faktor penentu kebijakan Federal Reserve dalam rapat moneter-nya dua pekan mendatang.

Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4004 per troy ons dan berada dalam bias bearish akibat dari tekanan fundamental dengan area 3985 menjadi level support terdekat. Break ke bawah support tersebut dapat mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dengan potensi penurunan menuju level support yang lebih dalam di area 3960 atau bahkan hingga area 3935. Di sisi lain, harga emas yang relatif rendah juga berpotensi menarik aksi bargain hunting yang bisa membantunya memantul naik kembali ke zona netral di dekat level pivot harian 4030. Pergerakan stabil di atas level pivot akan menopang harga emas untuk melanjutkan kenaikan mengincar level resistance yang lebih tinggi di area 4055 atau bahkan hingga area 4080.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?