Harga emas dunia menutup sesi perdagangan hari Rabu dengan penurunan seiring menguatnya harga minyak dunia akibat kembali memanasnya situasi di Timur Tengah. Amerika Serikat kemarin kembali melancarkan serangan militer ke Iran setelah menuduh Iran telah lebih dulu menyerang tiga kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perjanjian gencatan senjata telah usai pasca berita tersebut, dan pelaku pasar kini mengkhawatirkan potensi kembalinya harga minyak ke atas $100 per barel jika Selat Hormuz ditutup kembali. Notulen rapat moneter FOMC yang dirilis dini hari tadi mencerminkan kekhawatiran tersebut dengan mayoritas anggota komite sepakat bahwa situasi di Timur Tengah bisa mengakibatkan kenaikan laju inflasi yang signifikan. Faktor inilah yang membuat anggota komite memproyeksikan target suku bunga akhir tahun ini ke angka yang lebih tinggi dibanding proyeksi awal tahun.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4077 per troy ons dan terlihat menunjukkan bias yang cenderung netral dengan bergerak di dekat level pivot harian. Di sisi atasnya, area 4100 akan menjadi level resistance kunci yang perlu ditembus harga emas untuk mendapatkan dorongan bullish. Pergerakan di atas area 4100 akan membuka jalan untuk kenaikan harga emas lebih tinggi mengincar area 4120 atau bahkan hingga area 4140. Sedangkan di sisi bawahnya, area 4060 akan menjadi level support terdekat yang jika ditembus dapat mengembalikan tekanan bearish. Pergerakan di bawah area 4060 berpotensi menyeret harga emas turun untuk kembali menguji level support di area 4040 atau bahkan hingga area kunci 4020.
Bagikan Berita Ini