Harga emas dunia bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas sepanjang hari Jumat sebelum kemudian mengakhiri sesi perdagangan tidak jauh di bawah level pembukaan harian.
Harga emas dunia bergerak turun pada perdagangan Kamis (20/11/2025), setelah data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) untuk periode September menunjukkan hasil lebih kuat dari prediksi. Rilis ini semakin mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada Desember, sehingga menekan minat terhadap emas.
Harga emas dunia tidak banyak berubah setelah menjalani sesi perdagangan yang fluktuatif sepanjang hari Kamis. Data ekonomi yang kemarin dirilis dari Amerika Serikat juga memberikan hasil yang beragam tentang situasi pasar tenaga kerja AS di bulan September sebelum terjadinya government shutdown.
Harga emas sempat naik lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (19/11/2025), namun penguatan tersebut tergerus setelah Federal Reserve merilis risalah rapat terbarunya. Para pelaku pasar kini menunggu data ekonomi utama untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat (AS) selanjutnya.
Harga emas dunia bergerak fluktuatif sepanjang hari Rabu dengan sempat menguat ke atas level $4.100 per troy ons sebelum kemudian terkoreksi turun setelah dirilisnya notulen rapat FOMC.
Harga emas kembali menguat dari level terendah dalam sepekan pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Kenaikan ini terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan tanda perlambatan, sehingga membuat pelaku pasar kembali mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan suku bunga The Federal Reserve pada Desember, jelang rilis sejumlah data ekonomi yang sebelumnya tertunda.
Harga emas dunia sempat melemah ke level terendahnya dalam seminggu terakhir pada hari Selasa sebelum kemudian memantul naik dan menutup sesi perdagangan dengan penguatan tipis di atas level pembukaan harian.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berhenti melanjutkan reli tiga harinya dan bergerak turun ke kisaran $59,40 per barel pada Selasa pukul 13.35 WIB. Tekanan penurunan muncul setelah ING merilis proyeksi yang memperkirakan surplus pasokan besar hingga 2026.
Harga emas mencatat penurunan tajam pada perdagangan Senin (17/11/2025). Tekanan datang dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta berkurangnya harapan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada bulan depan.
Harga emas dunia melemah sekitar 1% sepanjang sesi perdagangan hari Senin akibat tekanan dari menguatnya indeks Dollar AS dan meredupnya ekspektasi akan adanya pemangkasan suku bunga lanjutan di bulan Desember.