• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Menguat Usai Data Ketenagakerjaan AS Tunjukkan Perlambatan

Harga emas kembali menguat dari level terendah dalam sepekan pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Kenaikan ini terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan tanda perlambatan, sehingga membuat pelaku pasar kembali mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan suku bunga The Federal Reserve pada Desember, jelang rilis sejumlah data ekonomi yang sebelumnya tertunda.

Emas spot naik 0,60% dan ditutup pada US$ 4.067,41 per ons setelah sempat merosot ke posisi terlemah sejak 10 November 2025.

Mengutip CNBC internasional, data terbaru menunjukkan jumlah warga AS yang menerima tunjangan pengangguran mencapai level tertinggi dalam dua bulan pada pertengahan Oktober. Klaim lanjutan meningkat menjadi 1,9 juta pada pekan yang berakhir 18 Oktober, menandakan kondisi pasar tenaga kerja mulai melemah.

“Data tersebut sedikit memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed dapat menurunkan suku bunga pada Desember. Hal ini membantu mendorong kenaikan harga emas dan perak setelah tiga hari melemah,” kata analis logam independen, Tai Wong.

Berdasarkan FedWatch CME Group, peluang penurunan suku bunga pada rapat The Fed 9–10 Desember mendekati 50%, naik dari 46% di awal perdagangan, meski masih lebih rendah dari posisi pekan lalu yang mencapai 67%.

Sebagai aset tanpa bunga, emas biasanya terapresiasi saat suku bunga menurun. Namun sebelumnya, harga emas sempat turun lebih dari 3% pada Jumat (14/11/2025) dan melemah 1% pada Senin (17/11/2025), menyusul pengurangan ekspektasi pasar terkait penurunan suku bunga lanjutan pada tahun ini.

Pasar kini menunggu publikasi risalah rapat The Fed 28–29 Oktober yang akan dirilis pada Rabu, serta laporan ketenagakerjaan untuk September yang dijadwalkan Kamis, setelah tertunda akibat shutdown sementara pemerintah AS.

Analis Deutsche Bank menilai bahwa permintaan emas dari bank sentral global diperkirakan tetap kuat dan akan mendukung prospek harga ke depan. Mereka menulis bahwa kondisi tersebut mempertahankan kecenderungan bullish secara strategis, dengan potensi harga emas menembus proyeksi rata-rata tahun depan di sekitar US$ 4.000 per ons.

Sumber: investor.id

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?