• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Sentimen Negosiasi Perdamaian Bantu Harga Minyak Menguat Tipis

Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), berada di kisaran US$ 58,18 pada perdagangan Senin pukul 13.15 WIB. Harga minyak bergerak naik tipis setelah Amerika Serikat mendorong tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina. Para pelaku pasar kini menantikan rilis data stok minyak mingguan dari American Petroleum Institute (API) yang dijadwalkan pada Selasa.

Pelaku pasar menilai bahwa potensi tercapainya kesepakatan damai Ukraina–Rusia dapat membuka kembali aliran pasokan minyak ke pasar global yang saat ini sudah kelebihan suplai. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menyebut bahwa batas waktu yang diberikan Presiden AS Donald Trump hingga 27 November 2025 untuk memperoleh dukungan Ukraina kemungkinan akan mundur hingga pekan berikutnya.

Apabila kesepakatan tercapai dan sanksi dicabut, maka tambahan pasokan minyak akan masuk ke pasar yang diperkirakan sudah mengalami surplus besar pada tahun depan. Kondisi tersebut dapat menekan harga WTI dalam jangka pendek.

Namun, meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga berpotensi menahan penurunan harga WTI. Ekspektasi terjadinya penurunan suku bunga menguat setelah Presiden The Fed New York, John Williams, menyatakan bahwa penurunan suku bunga “dalam waktu dekat” dapat dilakukan tanpa mengganggu target inflasi.

Pemangkasan suku bunga biasanya melemahkan nilai Dolar AS dan mendukung kenaikan harga minyak, sebab komoditas berdenominasi dolar menjadi lebih menarik bagi pembeli luar negeri. Kontrak berjangka Fed funds kini memperkirakan peluang hampir 74% untuk terjadinya pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan Desember, meningkat dari hanya 40% prediksi pasar pada pekan sebelumnya, menurut CME FedWatch.

Sumber: FXStreet

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?