Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama, terlihat melemah dan bertahan dekat posisi terendah tujuh minggu di level 98,13 yang dicapai pada Kamis. Tekanan terhadap USD meningkat karena para pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan melakukan pemangkasan suku bunga lebih agresif dibandingkan proyeksi kolektif para pejabat bank sentral pada pertemuan kebijakan Rabu lalu.
West Texas Intermediate (WTI), acuan harga minyak mentah Amerika Serikat, tercatat bergerak di sekitar level US$ 58,02 pada Jumat pukul 13.20 WIB. Harga minyak ini sempat bangkit setelah sebelumnya ditutup pada posisi terendah dalam hampir dua bulan, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk penyitaan kapal tanker yang masuk dalam daftar sanksi AS di perairan Venezuela.
Harga emas global melonjak lebih dari 1% dan menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan pada perdagangan Kamis (11/12/2025), setelah Federal Reserve kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Menurut laporan Reuters, keputusan The Fed tersebut menekan nilai dolar Amerika Serikat (AS) dan mendorong penguatan signifikan pada logam mulia, termasuk perak yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
Harga emas dunia menguat ke level tertingginya dalam sebulan terakhir pada sesi perdagangan hari Kamis berkat dorongan dari faktor fundamental pasca rapat moneter FOMC.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mencerminkan kekuatan Dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat menguat tipis ke level 98,71 pada Kamis pukul 13.55 WIB. Sehari sebelumnya, DXY melemah setelah Federal Reserve (The Fed) mengumumkan pemangkasan suku bunga pada pertemuan kebijakan Desember.
West Texas Intermediate (WTI), acuan harga minyak mentah Amerika Serikat, diperdagangkan di sekitar $58,16 per barel pada Kamis pukul 13.35 WIB. Pergerakan harga WTI cenderung melemah seiring perkembangan diplomasi yang mengarah pada potensi berakhirnya konflik Rusia–Ukraina. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Initial Jobless Claims AS yang dijadwalkan keluar pada hari yang sama sebagai petunjuk tambahan bagi arah pasar.
The Fed kembali menurunkan suku bunga acuannya untuk ketiga kalinya pada tahun ini. Namun, keputusan tersebut diwarnai perbedaan pandangan antaranggota dan sinyal bahwa ruang untuk pemangkasan lebih lanjut semakin terbatas. Mengutip CNBC Internasional, dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (10/12/2025), The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,5%–3,75%. Kebijakan ini sesuai dengan ekspektasi pasar yang memproyeksikan terjadinya “hawkish cut”.
Harga emas dunia sempat melemah di awal sesi perdagangan hari Rabu sebelum kemudian memantul naik berkat dorongan dari hasil rapat FOMC yang relatif doviish. Pada konferensi pers yang berlangsung dini hari tadi, Fed mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin meski tidak semua anggota komite setuju dengan kebijakan tersebut.
Harga emas mencatat penguatan pada perdagangan Selasa (9/12/2025) waktu AS, didorong meningkatnya optimisme investor menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Pada saat yang sama, harga perak justru mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) setelah untuk pertama kalinya menembus level US$ 60 per ons akibat ketatnya suplai global.
Harga emas dunia bergerak fluktuatif sepanjang hari Selasa mengakhiri sesi perdagangan dengan menguat ke atas harga $4.200 per troy ons. Manguatnya harga emas masih ditopang oleh optimisme pelaku pasar akan adanya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Federal Reserve.