• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

GOLD ANALYSIS REPORT

Data Pergerakan Harga Hari Sebelumnya:
Open: 4207.83 | High: 4238.60
Close: 4228.50 | Low: 4181.81

Support-Resistance Hari Ini
Pivot: 4216.30
R1: 4250.80 | S1: 4194.01
R2: 4273.09 | S2: 4159.51
R3: 4307.59 | S3: 4137.22
Daily Average: 61 poin

Harga emas dunia sempat melemah di awal sesi perdagangan hari Rabu sebelum kemudian memantul naik berkat dorongan dari hasil rapat FOMC yang relatif doviish. Pada konferensi pers yang berlangsung dini hari tadi, Fed mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin meski tidak semua anggota komite setuju dengan kebijakan tersebut. Ketua Fed Jerome Powell juga memberi sinyal bahwa level suku bunga saat ini di angka 3,75% dirasa sudah cukup rendah dan tidak melihat perlunya pemangkasan lebih lanjut dalam waktu dekat. Hasil rapat tersebut direspon pelaku pasar dengan membeli aset non-bunga seperti logam mulia. Harga emas tidak naik terlalu drastis karena bersaing dengan perak yang mencatatkan rekor tertinggi baru serta bursa saham Wall Street yang juga menguat tajam pasca konferensi pers FOMC. 

Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4228 per troy ons dan berpotensi melanjutkan tren bullish berkat dorongan dari faktor fundamental. Area 4250 akan menjadi target kenaikan sekaligus level resistance terdekat. Break ke atas area tersebut akan membuka jalan untuk berlanjutnya tren bullish mengincar level resistance yang lebih tinggi di area 4270 atau bahkan hingga area 4290. Skenario bullish ini akan gagal jika harga berbalik melemah dan melewati level pivot harian 4216 yang menjadi support terdekat. Pergerakan di bawah level pivot juga akan mengembalikan tekanan bearish dan berpotensi membawa harga emas turun ke level support di area 4194 atau bahkan lebih dalam hingga area kunci 4175.

Jadwal Rilis Data Ekonomi Hari Ini
20.30 WIB: US unemployment Claims
Previous: 191K | Forecast: 220K

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?