Harga emas dunia tidak banyak berubah setelah bergerak fluktuatif dalam rentang yang cukup lebar sepanjang sesi perdagangan hari Selasa. Dirilisnya beberapa data ekonomi penting dari AS dengan hasil yang saling berlawanan tampaknya membuat pelaku pasar ragu untuk berkomitmen ke satu arah transaksi.
Harga emas bergerak relatif datar pada perdagangan Senin (15/12/2025), di tengah mencuatnya pembahasan penting antara Amerika Serikat (AS) dan Ukraina yang diarahkan untuk mengakhiri konflik Rusia–Ukraina. Mengutip CNBC internasional, pelaku pasar juga cenderung menahan diri sambil menanti rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dinilai krusial.
Harga emas dunia menguat mendekati level tertingginya sepanjang masa pada hari Jumat, namun kemudian terkoreksi turun menjelang akhir sesi perdagangan. Keputusan Federal Reserve untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi katalis utama yang mendorong harga emas naik $100 per troy ons sepanjang pekan lalu.
Harga emas kembali mencatat kenaikan dan menembus level tertinggi dalam tujuh pekan pada perdagangan Jumat (12/12/2025). Penguatan ini didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga serta melemahnya nilai dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip CNBC internasional, kondisi berbeda terjadi pada perak yang justru mengalami penurunan tajam setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
Harga emas dunia menguat mendekati level tertingginya sepanjang masa pada hari Jumat, namun kemudian terkoreksi turun menjelang akhir sesi perdagangan. Keputusan Federal Reserve untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi katalis utama yang mendorong harga emas naik $100 per troy ons sepanjang pekan lalu.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama, terlihat melemah dan bertahan dekat posisi terendah tujuh minggu di level 98,13 yang dicapai pada Kamis. Tekanan terhadap USD meningkat karena para pelaku pasar memperkirakan Federal Reserve (The Fed) akan melakukan pemangkasan suku bunga lebih agresif dibandingkan proyeksi kolektif para pejabat bank sentral pada pertemuan kebijakan Rabu lalu.
West Texas Intermediate (WTI), acuan harga minyak mentah Amerika Serikat, tercatat bergerak di sekitar level US$ 58,02 pada Jumat pukul 13.20 WIB. Harga minyak ini sempat bangkit setelah sebelumnya ditutup pada posisi terendah dalam hampir dua bulan, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik, termasuk penyitaan kapal tanker yang masuk dalam daftar sanksi AS di perairan Venezuela.
Harga emas global melonjak lebih dari 1% dan menyentuh level tertinggi dalam lebih dari satu bulan pada perdagangan Kamis (11/12/2025), setelah Federal Reserve kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Menurut laporan Reuters, keputusan The Fed tersebut menekan nilai dolar Amerika Serikat (AS) dan mendorong penguatan signifikan pada logam mulia, termasuk perak yang kembali mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH).
Harga emas dunia menguat ke level tertingginya dalam sebulan terakhir pada sesi perdagangan hari Kamis berkat dorongan dari faktor fundamental pasca rapat moneter FOMC.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mencerminkan kekuatan Dolar AS terhadap enam mata uang utama dunia, tercatat menguat tipis ke level 98,71 pada Kamis pukul 13.55 WIB. Sehari sebelumnya, DXY melemah setelah Federal Reserve (The Fed) mengumumkan pemangkasan suku bunga pada pertemuan kebijakan Desember.