Harga emas kembali menguat pada perdagangan Jumat (2/1/2026), melanjutkan tren penguatan signifikan yang terjadi sepanjang 2025. Meningkatnya ketegangan geopolitik global serta harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) terus menopang permintaan emas sebagai aset lindung nilai.
Harga emas dunia tidak banyak berubah di akhir sesi perdagangan hari Jumat setelah bergerak fluktuatif dalam rentang yang lebar sepanjang sesi perdagangan pertama di tahun 2026. Emas masih diperdagangkan di atas harga $4.300 per troy ons seiring tingginya permintaan terhadap logam mulia tersebut di tengah kondisi geopolitik global yang memanas.
Harga Minyak Mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) mengalami kesulitan untuk melanjutkan penguatan setelah mencatat kenaikan selama dua sesi berturut-turut. Hingga berita ini ditulis pada Selasa pukul 13.25 WIB, pergerakan harga cenderung terbatas dalam rentang sempit, dengan WTI berada di kisaran $57,78 per barel, masih berada di bawah level tertinggi dalam sepekan terakhir.
Harga emas global melesat lebih dari 2% dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Senin (22/12/2025). Penguatan tajam ini dipicu meningkatnya permintaan terhadap aset lindung nilai di tengah eskalasi ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Venezuela.
Harga emas dunia menguat sebesar 2% lebih sepanjang sesi perdagangan hari Senin untuk mencatatkan rekor tertinggi baru di atas harga $4.400 per troy ons. Kenaikan harga emas ini ditopang oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya hubungan antara Amerika Serikat dan Venezuela.
Harga Minyak Mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) membuka pekan dengan kecenderungan menguat dan bergerak mendekati level tertinggi sepekan di kisaran US$ 57,07 per barel pada Senin Pukul 13.40 WIB. Meski demikian, penguatan intraday ini dinilai belum cukup solid karena dipengaruhi oleh sejumlah faktor yang saling bertolak belakang.
Harga emas global berhasil menembus level psikologis US$ 4.400 per ons, dengan tren penguatan yang dinilai masih memiliki peluang berlanjut. Kuatnya permintaan terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global menjadi faktor utama yang menopang pergerakan logam mulia ini.
Harga emas membukukan kenaikan secara mingguan pada perdagangan Jumat (19/12/2025), seiring menguatnya ekspektasi pelaku pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve. Harapan pelonggaran kebijakan moneter semakin besar setelah data inflasi dan ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan tanda-tanda perlambatan.
Harga emas dunia menutup sesi perdagangan hari Jumat dengan penguatan tipis di atas level pembukaan harian sekaligus mencatatkan kenaikan mingguan sepanjang pekan ketiga di bulan Desember. Penguatan harga emas ini ditopang oleh beberapa data ekonomi dari AS yang angkanya lebih buruk dari ekspektasi seperti naiknya tingkat pengangguran dan melambatnya laju inflasi.
Harga emas global melesat tajam pada perdagangan Rabu (17/12/2025), seiring kembali menguatnya harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed). Sentimen ini dipicu oleh munculnya tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja Amerika Serikat (AS).