Harga Minyak Mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) mengalami kesulitan untuk melanjutkan penguatan setelah mencatat kenaikan selama dua sesi berturut-turut. Hingga berita ini ditulis pada Selasa pukul 13.25 WIB, pergerakan harga cenderung terbatas dalam rentang sempit, dengan WTI berada di kisaran $57,78 per barel, masih berada di bawah level tertinggi dalam sepekan terakhir.
Meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela, ditambah laporan serangan drone Ukraina terhadap dua kapal Rusia di pelabuhan Laut Hitam, memicu kekhawatiran pasar terkait potensi gangguan pasokan global. Faktor-faktor ini berpotensi terus menopang harga minyak. Di sisi lain, permintaan global dinilai lebih kuat dari perkiraan sebelumnya, tercermin dari tetap solidnya impor minyak oleh India dan Tiongkok. Kondisi tersebut dapat memberikan dukungan tambahan bagi harga minyak mentah serta mendorong minat beli di area harga yang lebih rendah.
Pada saat yang sama, Dolar AS melemah ke level terendah dalam satu pekan setelah pernyataan Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, pada Senin lalu, yang menambah ketidakpastian mengenai kredibilitas jangka panjang Federal Reserve. Bessent menyampaikan gagasan bahwa ketua The Fed yang baru berpotensi menghapus penggunaan dot plot, sekaligus membuka peluang perubahan pada kerangka inflasi dan strategi komunikasi bank sentral. Pernyataan ini terus menekan nilai tukar USD dan menjadi sentimen positif bagi komoditas berbasis dolar, termasuk minyak mentah.
Dengan kondisi tersebut, pelaku pasar dinilai perlu menunggu konfirmasi tekanan jual yang lebih kuat sebelum menyimpulkan bahwa pemulihan harga minyak dari level terendah sejak April—yang tercapai pekan lalu—telah kehilangan momentum dan berpotensi berlanjut ke pelemahan yang lebih dalam. Selanjutnya, perhatian pasar akan tertuju pada rilis data ekonomi AS, yakni estimasi awal Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal III serta data Pesanan Barang Tahan Lama, yang diperkirakan akan memberikan gambaran terbaru mengenai kondisi ekonomi terbesar dunia dan memengaruhi pergerakan harga minyak.
sumber : fxstreet
Bagikan Berita Ini