Harga emas dunia melanjutkan penurunan untuk sesi ketiga berturut-turut dan sempat menyentuh level terendah dalam empat pekan terakhir pada perdagangan Senin, dipicu aksi likuidasi investor setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan kandidat pengganti Ketua The Fed Jerome Powell. Emas dibuka di kisaran $4.670 per troy ons dengan pergerakan cenderung netral. Level resistance terdekat berada di area $4.700, sementara support utama terlihat di sekitar $4.640, dengan potensi tekanan lanjutan jika harga menembus ke bawah area tersebut.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) mengumumkan penundaan rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) yang semula dijadwalkan Jumat hingga operasional pemerintah federal kembali normal akibat penghentian layanan. Di sisi lain, data PMI Manufaktur ISM AS naik ke level 52,6 pada Januari, melampaui ekspektasi pasar dan mendorong penguatan tipis Indeks Dolar AS (DXY) di sekitar 97,60. Pasangan mata uang utama bergerak terbatas, dengan AUD/USD di kisaran 0,6950 seiring ekspektasi kenaikan suku bunga RBA, EUR/USD melemah di sekitar 1,1790, dan USD/JPY bertahan dekat level tertinggi mingguan 155,70. Sementara itu, harga emas diperdagangkan di sekitar $4.700, tetap tertekan setelah mencatat rekor tertinggi pekan lalu.
Harga emas global kembali melonjak dan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Rabu (14/1/2026). Penguatan ini didorong meningkatnya ketidakpastian geopolitik serta ekonomi dunia, yang memicu peralihan dana investor ke aset lindung nilai atau safe haven.
Harga emas dunia masih melanjutkan tren kenaikan dan kembali mencatatkan rekor tertinggi baru di kisaran harga $4.642 per troy ons pada sesi perdagangan hari Rabu. Situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian masih menjadi faktor utama yang mendorong pelaku pasar mencari perlindungan di aset safe haven seperti logam mulia.
Harga emas global kembali menorehkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada perdagangan Selasa (13/1/2026). Penguatan ini didorong rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan, sehingga memperkuat ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan pelonggaran moneter Federal Reserve (The Fed).
Harga emas dunia sempat menguat untuk mencatatkan rekor tertinggi baru pada hari Selasa sebelum kemudian terkoreksi turun dan menutup sesi perdagangan di bawah level pembukaan harian.
Harga emas melonjak tajam dan mencatat rekor baru dengan menembus level di atas US$ 4.600 per ons pada perdagangan Senin (12/1/2026). Kenaikan ini turut diikuti harga perak yang juga mencetak titik tertinggi sepanjang sejarah, seiring arus dana global yang beralih dari aset berisiko menuju instrumen lindung nilai (safe haven).
Harga emas dunia mencatatkan rekor tertinggi baru dan menembus angka $4.600 per troy pada sesi perdagangan hari Senin seiring melemahnya Dollar AS akibat kecemasan terhadap situasi di Federal Reserve. Ketua Fed Jerome Powell kemarin mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya mendapat tuduhan kriminal dari tim legal di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump atas komentarnya di bulan Juni tentang proyek renovasi gedung.
Harga Minyak Mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak melemah tipis pada perdagangan Jumat siang, sekitar pukul 13.25 WIB. Pelemahan ini memangkas sebagian penguatan tajam yang terjadi sehari sebelumnya, setelah harga sempat menyentuh level terendah sejak 19 Desember 2025 di awal pekan. Saat ini, WTI diperdagangkan di kisaran US$ 58,19 per barel, turun lebih dari 0,80% secara harian, dan masih tertahan di bawah level resistensi utama Simple Moving Average (SMA) 50 hari.
Harga emas global kembali menguat pada perdagangan Kamis (8/1/2026), setelah sempat mengalami koreksi tajam pada sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah sikap wait and see investor yang menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS), yang dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) ke depan.