Harga emas dunia ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya setelah tekanan jual masih mendominasi pasar. Logam mulia tersebut bergerak turun dari level pembukaan di 5078.45 dan sempat menyentuh level tertinggi di 5128.16 sebelum akhirnya ditutup melemah di 5016.39, mendekati level terendah hariannya di 5009.51. Pergerakan ini menunjukkan bahwa sentimen pasar masih cenderung berhati-hati, di mana pelaku pasar melakukan aksi jual setelah emas gagal mempertahankan penguatan di sesi sebelumnya. Penguatan mata uang Dollar AS serta sikap wait and see investor terhadap arah kebijakan suku bunga global juga menjadi faktor yang menekan harga emas. Untuk perdagangan hari ini, level 5051.35 diperkirakan menjadi titik pivot yang akan menentukan arah pergerakan selanjutnya. Jika harga mampu bertahan di atas area tersebut, emas berpotensi menguji resistance di 5093.20 hingga 5170.00. Namun apabila tekanan jual kembali meningkat dan harga bergerak di bawah pivot, maka emas berpeluang melemah menuju area support 4974.55 bahkan hingga 4932.70. Dengan kisaran pergerakan rata-rata harian sekitar 147 poin, pelaku pasar disarankan tetap memperhatikan volatilitas pasar serta perkembangan sentimen global yang dapat memengaruhi pergerakan harga emas dalam jangka pendek.
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat dan ditutup di dekat level terendah dalam lebih dari satu minggu akibat penguatan indeks Dollar AS. Meski tertekan, emas masih mampu bertahan di atas level psikologis $5.000 per troy ons di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, khususnya situasi di Timur Tengah. Pelaku pasar juga menantikan hasil rapat FOMC yang diperkirakan memberi sinyal arah kebijakan moneter AS ke depan. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar $4.999 dan mencoba rebound dengan potensi menguji resistance $5.025. Jika tembus, harga berpeluang naik menuju $5.050 – $5.075. Namun jika kembali turun di bawah $5.000, tekanan bearish dapat membawa emas menguji support $4.975, dengan potensi pelemahan lanjutan ke $4.950 hingga $4.925.
Harga emas dunia bergerak cenderung stabil pada perdagangan Kamis pagi setelah sebelumnya ditutup melemah tipis pada sesi Rabu. Tekanan terhadap logam mulia muncul setelah data inflasi Amerika Serikat yang dirilis sesuai dengan ekspektasi pasar, sehingga mengurangi harapan investor terhadap kemungkinan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat oleh Federal Reserve. Suku bunga yang diperkirakan bertahan lebih tinggi untuk waktu yang lebih lama membuat daya tarik aset non-bunga seperti emas menjadi terbatas. Meski demikian, ketidakpastian kondisi geopolitik global masih memberikan dukungan terhadap permintaan emas sebagai aset safe haven. Pada perdagangan hari ini, emas berpotensi bergerak dalam kisaran terbatas di sekitar level pivot 5182.77. Di sisi atas, area 5216 menjadi resistance terdekat yang jika ditembus dapat membuka peluang kenaikan menuju 5256 hingga 5290. Sementara itu, di sisi bawahnya level 5142 menjadi support awal. Jika tekanan jual berlanjut dan harga turun di bawah area tersebut, emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju 5108 hingga 5068. Dengan daily average sekitar 136 poin, pergerakan emas hari ini diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi sambil menunggu sentimen baru dari pasar global.
Harga emas dunia melemah tipis pada penutupan perdagangan hari Rabu setelah rilis data inflasi Amerika Serikat menekan sentimen pasar. Data inflasi konsumen bulan Februari tercatat naik 0,3%, sejalan dengan ekspektasi pasar, sehingga memunculkan keraguan bahwa Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Prospek suku bunga yang tetap tinggi membuat daya tarik emas sebagai aset non-bunga menjadi berkurang di mata investor. Meski demikian, emas masih mendapatkan dukungan dari permintaan aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik global. Pada sesi perdagangan pagi ini, harga emas dibuka di sekitar $5179 per troy ons dan bergerak cenderung netral di dekat level pivot harian. Secara teknikal, area psikologis $5200 menjadi resistance terdekat yang perlu ditembus untuk membuka peluang kenaikan menuju $5220 hingga $5240. Sementara itu, level $5160 menjadi support awal yang jika ditembus berpotensi mendorong harga emas melemah ke area $5140 hingga $5120.
Emas Bertahan di Atas Pivot, Peluang Uji Resistance $5.248 Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Selasa setelah sempat bergerak volatil sepanjang sesi. Logam mulia mencatatkan level tertinggi di $5.238,39 per troy ons sebelum akhirnya menutup perdagangan di $5.192,60, lebih tinggi dibanding harga pembukaan di $5.147,68. Pada perdagangan hari ini, pergerakan emas diperkirakan masih cenderung bullish selama mampu bertahan di atas level pivot $5.182,92. Jika momentum beli berlanjut, harga berpotensi menguji resistance terdekat di $5.248, dengan peluang kenaikan lanjutan menuju $5.303 hingga $5.368. Namun di sisi lain, jika harga turun di bawah pivot, emas berpotensi mengalami koreksi menuju area support $5.127. Penurunan lebih lanjut dapat membawa harga menguji $5.062 hingga $5.006 sebagai area support berikutnya. Rata-rata pergerakan harian emas saat ini berada di kisaran 151 poin, yang menunjukkan potensi volatilitas pasar masih cukup tinggi pada perdagangan hari ini.
Harga emas dunia bergerak terbatas pada perdagangan Selasa dan gagal menutup sesi di atas harga pembukaan meskipun sempat mendapat dukungan dari pelemahan indeks dolar AS. Kenaikan logam mulia masih tertahan di bawah level $5.200 per troy ons di tengah meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketegangan geopolitik global. Pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebutkan bahwa konflik dengan Iran masih berpotensi berlanjut turut menjaga minat investor terhadap emas. Namun, pelaku pasar masih bersikap hati-hati menjelang rilis data inflasi konsumen Amerika Serikat yang dapat memberikan petunjuk arah kebijakan moneter Federal Reserve pada pertemuan pekan depan. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar $5.190 per troy ons dan masih mempertahankan kecenderungan bullish selama bertahan di atas level pivot harian. Resistance terdekat berada di area $5.215, sementara support penting berada di sekitar $5.160.
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin setelah gagal menembus level psikologis $5.200 per troy ons. Berdasarkan data perdagangan sebelumnya, emas dibuka di $5.183,61, sempat menyentuh level tertinggi di $5.197,68, sebelum akhirnya ditutup turun di $5.136,62 dengan level terendah di $5.014,71. Pada perdagangan hari ini, pergerakan emas diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh area teknikal penting dengan pivot di $5.116,34. Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, emas berpotensi menguat menguji resistance $5.217,96 hingga $5.299,31. Namun apabila harga bergerak turun di bawah pivot, tekanan jual berpeluang membawa emas melemah menuju support $5.034,99 hingga $4.933,37. Rata-rata pergerakan harian emas saat ini berada di kisaran 184 poin, menunjukkan volatilitas pasar yang masih cukup tinggi.
Harga emas dunia gagal menembus level psikologis $5.200 per troy ons pada perdagangan Senin dan akhirnya ditutup melemah di bawah harga pembukaan. Meski demikian, logam mulia masih mampu bertahan di atas $5.000 karena permintaan aset safe haven tetap tinggi di tengah ketidakpastian geopolitik global, termasuk konflik antara AS, Israel, dan Iran. Pelaku pasar juga menantikan rilis data ekonomi penting dari AS pekan ini, terutama laporan inflasi, yang berpotensi mempengaruhi arah pergerakan emas. Pada sesi perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar $5.147 per troy ons dan masih bergerak di atas level pivot harian. Resistance terdekat berada di area $5.175, dengan potensi kenaikan menuju $5.200 hingga $5.225 jika level tersebut berhasil ditembus. Sementara itu, support berada di area $5.125; penurunan di bawah level ini dapat mendorong harga turun ke $5.100 hingga $5.075.
Harga emas dunia menguat pada akhir pekan lalu setelah mendapat dukungan dari pelemahan indeks dolar AS menyusul rilis data tenaga kerja Amerika Serikat yang kurang memuaskan. Laporan tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja kehilangan sekitar 92.000 pekerja pada Februari, sementara tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,4%. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa bank sentral AS berpotensi mempertimbangkan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga mendorong minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Pada awal perdagangan Senin pagi, harga emas dibuka di sekitar level 5084 dan bergerak menguat hingga mendekati area resistance. Secara teknikal, level pivot hari ini berada di 5130. Selama harga bertahan di atas area tersebut, emas berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance 5197 hingga 5241. Namun, apabila harga kembali turun di bawah 5130, maka emas berisiko terkoreksi ke area support 5085 hingga 5018. Dengan rata-rata pergerakan harian sekitar 162 poin, volatilitas harga emas diperkirakan masih akan cukup tinggi dalam sesi perdagangan hari ini.
Harga emas dunia menguat pada penutupan perdagangan Jumat akibat melemahnya indeks Dollar AS setelah data ekonomi AS menunjukkan hasil yang kurang memuaskan. Data tersebut melaporkan pasar tenaga kerja kehilangan 92.000 pekerja pada Februari dan tingkat pengangguran naik menjadi 4,4%, sehingga memunculkan harapan adanya pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat menjelang rapat FOMC pekan depan. Meski demikian, emas tetap mencatat penurunan mingguan pertama dalam lima minggu terakhir. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar $5183 per troy ons namun mengalami koreksi untuk menutup gap akhir pekan. Support terdekat berada di area 5155, dan jika tembus dapat mendorong harga turun ke 5130 hingga 5105. Sementara itu, resistance utama berada di level 5200; jika berhasil ditembus dan bertahan di atasnya, harga berpotensi naik menuju 5225 hingga 5250.