Harga emas dunia menutup sesi perdagangan hari Jumat dengan penguatan yang ditopang oleh melemahnya indeks Dollar AS setelah hasil yang mengecewakan dari data ekonomi AS. Meski demikian, logam mulia masih mencatatkan penurunan mingguan pertamanya dalam lima pekan terakhir meski ditopang oleh permintaan aset safe haven di tengah memanasnya situasi geopolitik global. Data yang dirilis Jumat lalu melaporkan bahwa pasar tenaga kerja AS kehilangan 92.000 pekerja sepanjang bulan Februari, dan tingkat pengangguran naik kembali ke angka 4,4%. Hasil data tersebut membuka peluang akan adanya pemangkasan suku bunga AS dalam waktu dekat yang informasinya mungkin bisa diperoleh dari rapat moneter FOMC pada pertengahan pekan depan.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $5183 per troy ons, naik cukup jauh dari harga penutupan pekan lalu, dan saat analisis ini ditulis tampak terkoreksi turun untuk mencoba menutup jarak dari jeda akhir pekan. Area 5155 akan menjadi level support terdekatnya untuk hari ini, dan break ke bawah area tersebut dapat menekan harga emas turun menguji level support kunci di area 5130 atau bahkan lebih dalam hingga area 5105. Di sisi atasnya, area 5200 akan menjadi level resistance kunci yang perlu diatasi harga emas untuk membuka skenario bullish. Pergerakan stabil di atas area 5200 akan menopang harga emas menguat dengan target kenaikan mengincar level resistance di area 5225 atau bahkan hingga area 5250.
Bagikan Berita Ini