Harga emas dunia melemah sekitar 1% sepanjang sesi perdagangan hari Senin akibat tekanan dari menguatnya indeks Dollar AS dan meredupnya ekspektasi akan adanya pemangkasan suku bunga lanjutan di bulan Desember.
Indeks Dolar AS (DXY), yang membandingkan kekuatan Dolar terhadap enam mata uang utama dunia, terus menguat selama dua sesi perdagangan dan berada di kisaran 99,30 pada Senin siang sekitar pukul 13.50 WIB.
West Texas Intermediate (WTI), acuan harga minyak mentah Amerika Serikat, diperdagangkan di sekitar US$ 59,42 pada Senin pukul 13.20 WIB. Harga WTI tertekan setelah muncul indikasi bahwa aktivitas di pelabuhan penting Rusia, Novorossiysk di Laut Hitam, kembali berjalan normal.
Harga emas merosot tajam pada perdagangan Jumat (14/11/2025). Penurunan ini terjadi akibat aksi jual besar-besaran di pasar global, setelah sejumlah pejabat The Fed menyampaikan pandangan bernada hawkish yang melemahkan ekspektasi pemangkasan suku bunga pada Desember.
Harga emas dunia melemah sebesar 2% lebih sepanjang sesi perdagangan hari Jumat setelah pernyataan dari beberapa pejabat Fed pekan lalu direspon pasar dengan aksi jual besar-besaran.
Gedung Putih menyampaikan bahwa sejumlah data ekonomi utama Amerika Serikat untuk periode Oktober kemungkinan tidak akan dirilis sama sekali akibat dampak dari penutupan pemerintahan (government shutdown).
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) mencatat kenaikan selama dua hari berturut-turut dan diperdagangkan di kisaran US$ 59,71, meningkat lebih dari 2% pada Jumat pukul 13.30 WIB.
Harga emas turun pada Kamis (13/11/2025), melemah dari posisi tertinggi dalam tiga pekan yang sempat disentuh pada awal perdagangan. Tekanan jual terjadi secara luas di berbagai pasar setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali dibuka usai penutupan selama 43 hari.
Harga emas dunia sempat menyentuh level tertingginya dalam tiga pekan terakhir pada hari Kamis sebelum kemudian berbalik melemah dan menutup sesi perdagangan di bawah level pembukaan harian.
Harga emas dunia kembali menunjukkan penguatan pada Rabu, 12 November 2025, menjelang pemungutan suara penting di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat terkait penghentian penutupan pemerintahan (government shutdown).