Harga emas turun pada Kamis (13/11/2025), melemah dari posisi tertinggi dalam tiga pekan yang sempat disentuh pada awal perdagangan. Tekanan jual terjadi secara luas di berbagai pasar setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) kembali dibuka usai penutupan selama 43 hari.
Harga emas merosot 0,46% dan berakhir di level US$ 4.171,22 per ons. Menurut Reuters, operasional pemerintah AS kembali berjalan setelah kebuntuan politik selama 43 hari—penutupan terpanjang dalam sejarah negara tersebut—diakhiri dengan tercapainya kesepakatan untuk mendanai pemerintahan federal hingga 30 Januari 2026.
Analis logam independen, Tai Wong, menjelaskan bahwa logam mulia terdampak oleh aksi jual besar-besaran di berbagai instrumen. Penjualan juga terjadi pada saham, obligasi, dolar AS, hingga aset kripto. “Ini pola klasik — beli saat rumor beredar, lalu jual besar-besaran ketika pemerintah AS benar-benar kembali dibuka,” jelasnya.
Sebelumnya, emas sempat menyentuh level tertinggi sesi pada US$ 4.244,85 per ons, yang merupakan posisi tertinggi sejak 21 Oktober 2025. Kenaikan awal tersebut didorong oleh ekspektasi bahwa data ekonomi setelah pembukaan kembali pemerintah akan menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja AS, sehingga dapat membuka peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada Desember.
Namun, optimisme tersebut mulai memudar karena kekhawatiran akan inflasi yang meningkat serta indikasi bahwa pasar tenaga kerja tetap stabil meskipun The Fed telah memangkas suku bunga dua kali tahun ini. Sejumlah pejabat The Fed juga mulai mengambil sikap lebih hati-hati terkait kemungkinan pelonggaran kebijakan tambahan.
“Survei swasta memang menunjukkan melemahnya sektor tenaga kerja, namun The Fed tampaknya menunggu data yang lebih meyakinkan sebelum mengambil keputusan lebih jauh,” ujar analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff.
Ketua The Fed, Jerome Powell, sebelumnya menegaskan bahwa pemotongan suku bunga lebih lanjut tahun ini belum dapat dipastikan, mengingat terbatasnya data ekonomi selama penutupan pemerintah yang berkepanjangan.
Secara umum, suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi pendorong positif bagi harga emas, karena logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini cenderung diminati sebagai aset lindung nilai ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.
Sumber: Investor.id
Bagikan Berita Ini