Harga emas dunia bergerak fluktuatif sepanjang hari Rabu dengan sempat menguat ke atas level $4.100 per troy ons sebelum kemudian terkoreksi turun setelah dirilisnya notulen rapat FOMC.
Harga emas kembali menguat dari level terendah dalam sepekan pada perdagangan Selasa (18/11/2025). Kenaikan ini terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) menunjukkan tanda perlambatan, sehingga membuat pelaku pasar kembali mempertimbangkan kemungkinan pemangkasan suku bunga The Federal Reserve pada Desember, jelang rilis sejumlah data ekonomi yang sebelumnya tertunda.
Harga emas dunia sempat melemah ke level terendahnya dalam seminggu terakhir pada hari Selasa sebelum kemudian memantul naik dan menutup sesi perdagangan dengan penguatan tipis di atas level pembukaan harian.
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berhenti melanjutkan reli tiga harinya dan bergerak turun ke kisaran $59,40 per barel pada Selasa pukul 13.35 WIB. Tekanan penurunan muncul setelah ING merilis proyeksi yang memperkirakan surplus pasokan besar hingga 2026.
Harga emas mencatat penurunan tajam pada perdagangan Senin (17/11/2025). Tekanan datang dari penguatan dolar Amerika Serikat (AS) serta berkurangnya harapan bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada bulan depan.
Harga emas dunia melemah sekitar 1% sepanjang sesi perdagangan hari Senin akibat tekanan dari menguatnya indeks Dollar AS dan meredupnya ekspektasi akan adanya pemangkasan suku bunga lanjutan di bulan Desember.
Indeks Dolar AS (DXY), yang membandingkan kekuatan Dolar terhadap enam mata uang utama dunia, terus menguat selama dua sesi perdagangan dan berada di kisaran 99,30 pada Senin siang sekitar pukul 13.50 WIB.
West Texas Intermediate (WTI), acuan harga minyak mentah Amerika Serikat, diperdagangkan di sekitar US$ 59,42 pada Senin pukul 13.20 WIB. Harga WTI tertekan setelah muncul indikasi bahwa aktivitas di pelabuhan penting Rusia, Novorossiysk di Laut Hitam, kembali berjalan normal.
Harga emas merosot tajam pada perdagangan Jumat (14/11/2025). Penurunan ini terjadi akibat aksi jual besar-besaran di pasar global, setelah sejumlah pejabat The Fed menyampaikan pandangan bernada hawkish yang melemahkan ekspektasi pemangkasan suku bunga pada Desember.
Harga emas dunia melemah sebesar 2% lebih sepanjang sesi perdagangan hari Jumat setelah pernyataan dari beberapa pejabat Fed pekan lalu direspon pasar dengan aksi jual besar-besaran.