Harga emas kembali mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Jumat (28/11/2025), mendekati level tertinggi dalam dua minggu terakhir.
Harga emas dunia menutup sesi perdagangan hari Jumat di dekat level tertingginya dalam dua pekan sekaligus mengakhiri bulan November dengan mencatat kenaikan untuk empat bulan beruntun.
Harga emas mengalami pelemahan pada perdagangan Kamis (27/11/2025), setelah sehari sebelumnya sempat menembus level tertinggi dalam hampir dua minggu. Penurunan ini terjadi karena pelaku pasar kembali mengevaluasi kemungkinan pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember.
Harga emas dunia menutup sesi perdagangan hari Kamis dengan penurunan tipis di bawah level pembukaan harian setelah diperdagangkan dalam rentang terbatas. Libur Thanksgiving di AS membuat pasar keuangan dan komoditi bergerak dalam volatilitas rendah pada hari Kamis dan kemungkinan akan berlanjut di hari Jumat.
Dolar Australia (AUD) menguat terhadap Dolar AS (USD) pada Rabu, mencatat kenaikan empat hari beruntun. Penguatan ini terjadi setelah Biro Statistik Australia (ABS) merilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) bulanan “lengkap” pertama, yang naik 3,8% secara tahunan pada Oktober—melampaui proyeksi pasar 3,6% dan hasil bulan sebelumnya sebesar 3,5%.
Harga emas melemah pada perdagangan Selasa (25/11/2025), setelah data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) yang lebih rendah dari perkiraan kembali memperkuat keyakinan bahwa The Fed kemungkinan besar akan menurunkan suku bunga acuannya pada Desember.
Harga emas dunia bergerak fluktuatif dalam rentang yang relatif terbatas sepanjang hari Selasa sebelum mengakhiri sesi perdagangan tidak jauh di bawah level pembukaan harian. Data ekonomi yang kemarin dirilis dari Amerika Serikat melaporkan bahwa pertumbuhan laju inflasi dan penjualan ritel dalam sebulan terakhir lebih lambat dari perkiraan.
Harga emas mencatat kenaikan tajam lebih dari 1% pada perdagangan Senin (24/11/2025). Kenaikan ini dipicu oleh meningkatnya harapan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan segera menurunkan suku bunga pada bulan Desember. Menurut laporan Reuters, pelaku pasar saat ini juga menunggu publikasi sejumlah data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya tertunda akibat penutupan pemerintahan.
Harga emas dunia menguat sebesar 1% lebih sepanjang hari Senin berkat dan menutup sesi perdagangan di dekat level tertingginya dalam seminggu terakhir. Logam mulia yang merupakan aset non-bunga kembali mendapat dorongan pembelian dari pelaku pasar yang optimis bahwa Federal Reserve akan melanjutkan pemangkasan suku bunga di bulan Desember.
Harga minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), berada di kisaran US$ 58,18 pada perdagangan Senin pukul 13.15 WIB. Harga minyak bergerak naik tipis setelah Amerika Serikat mendorong tercapainya kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina. Para pelaku pasar kini menantikan rilis data stok minyak mingguan dari American Petroleum Institute (API) yang dijadwalkan pada Selasa.