West Texas Intermediate (WTI), acuan harga minyak mentah Amerika Serikat, diperdagangkan di sekitar $58,16 per barel pada Kamis pukul 13.35 WIB. Pergerakan harga WTI cenderung melemah seiring perkembangan diplomasi yang mengarah pada potensi berakhirnya konflik Rusia–Ukraina. Pelaku pasar kini menantikan rilis data Initial Jobless Claims AS yang dijadwalkan keluar pada hari yang sama sebagai petunjuk tambahan bagi arah pasar.
The Fed kembali menurunkan suku bunga acuannya untuk ketiga kalinya pada tahun ini. Namun, keputusan tersebut diwarnai perbedaan pandangan antaranggota dan sinyal bahwa ruang untuk pemangkasan lebih lanjut semakin terbatas. Mengutip CNBC Internasional, dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu (10/12/2025), The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,5%–3,75%. Kebijakan ini sesuai dengan ekspektasi pasar yang memproyeksikan terjadinya “hawkish cut”.
Harga emas dunia sempat melemah di awal sesi perdagangan hari Rabu sebelum kemudian memantul naik berkat dorongan dari hasil rapat FOMC yang relatif doviish. Pada konferensi pers yang berlangsung dini hari tadi, Fed mengumumkan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin meski tidak semua anggota komite setuju dengan kebijakan tersebut.
Harga emas mencatat penguatan pada perdagangan Selasa (9/12/2025) waktu AS, didorong meningkatnya optimisme investor menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Pada saat yang sama, harga perak justru mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) setelah untuk pertama kalinya menembus level US$ 60 per ons akibat ketatnya suplai global.
Harga emas dunia bergerak fluktuatif sepanjang hari Selasa mengakhiri sesi perdagangan dengan menguat ke atas harga $4.200 per troy ons. Manguatnya harga emas masih ditopang oleh optimisme pelaku pasar akan adanya pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Federal Reserve.
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin (8/12/2025) karena pelaku pasar bersikap lebih waspada menjelang dimulainya rapat kebijakan The Federal Reserve selama dua hari, serta pidato penting dari Ketua Jerome Powell yang dinilai akan memberikan gambaran arah kebijakan moneter selanjutnya.
Harga emas dunia menutup sesi perdagangan hari Senin dengan penurunan seiring pelaku pasar menantikan rapat moneter FOMC dengan sikap waspada.
Indeks Dolar AS (DXY), yang mencerminkan kekuatan Dolar AS (USD) terhadap enam mata uang utama dunia, bergerak melemah di kisaran 98,83 pada Senin pukul 13.25 WIB. Tekanan terhadap DXY muncul seiring meningkatnya keyakinan pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan Desember.
Harga Minyak Mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) tercatat menguat ke sekitar US$ 60,21 per barel pada Senin pukul 13.15 WIB. Meski demikian, komoditas ini masih berada dekat level tertinggi dua minggu yang dicapai pada Jumat sebelumnya.
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat (5/12/2025), setelah sempat naik hingga 1% di awal sesi. Koreksi ini dipicu oleh aksi ambil untung, meski pasar masih optimistis bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pekan depan. Menurut CNBC Internasional, sikap dovish bank sentral AS melemahkan dolar dan menjadi angin positif bagi emas. Sementara itu, harga perak justru meroket dan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.