• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Melonjak 2% Usai Data Inflasi AS Melemah, Peluang Cut Rate Kian Terbuka

Harga emas dunia mencatatkan kenaikan sebesar 2% sepanjang hari Selasa ditopang oleh melemahnya indeks Dollar AS seiring hasil data inflasi yang lebih lemah dari ekspektasi. Data yang kemarin dirilis dari AS melaporkan bahwa laju inflasi di tingkat produsen sepanjang bulan Maret tidak mengalami kenaikan sebanyak yang diprediksi. Hasil data tersebut sejalan dengan data laju inflasi konsumen yang dirilis Jumat lalu dan melaporkan angka yang lebih rendah dari ekspektasi. Situasi inflasi yang relatif terkendali membuat pelaku pasar bisa mengharapkan kembalinya prospek pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve yang mungkin akan dibahas pada rapat moneter FOMC berikutnya pada akhir bulan ini. Suku bunga yang lebih rendah akan menopang permintaan aset non-bunga seperti logam mulia.

Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4842 per troy ons dan masih menunjukkan bias bullish yang cukup kuat dengan terbentuknya marubozu candlestick pada sesi perdagangan kemarin. Harga emas kini akan mencoba menguji level resistance di area 4875 yang jika ditembus dapat menopang berlanjutnya tren bullish mengincar resistance yang lebih tinggi di area 4910 atau bahkan hingga area 4940. Di sisi lain, harga emas kini berada di leve tertingginya dalam seminggu terakhir dan berpotensi mengalami aksi profit taking yang dapat mengoreksinya turun menguji level pivot harian 4811. Break ke bawah level pivot akan menggagalkan skenario bullish dan berpotensi menekan harga emas turun makin dalam menuju level support lanjutan di area 4780 atau bahkan hingga area 4750.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?