Harga emas dunia sempat menyentuh level tertingginya dalam empat pekan terakhir pada hari Rabu sebelum kemudian berbalik melemah dan mengakhiri sesi perdagangan di bawah harga pembukaan harian. Tekanan terhadap logam mulia datang dari aksi profit taking oleh pelaku pasar yang masih memantau perkembangan negosiasi antara AS dan Iran pada periode gencatan senjata. Iran dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk membebaskan kapal-kapal melewati Selat Hormuz melalui wilayah perairan Oman. Keputusan ini akan mengurangi hambatan rantai suplai minyak dunia dan berpotensi menekan harga minyak turun kembali ke level normal. Sementara itu, data ekonomi yang kemarin dirilis dari AS juga menambah tekanan terhadap harga emas dengan melaporkan bahwa aktivitas bisnis di sektor manufaktur di wilayah New York mengalami kenaikan drastis dibanding bulan sebelumnya.
Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4796 per troy ons dan saat analisis ini ditulis terlihat mencoba memantul naik menjauhi level terendahnya kemarin ke zona netral di level pivot harian 4816. Jika mampu bergerak stabil di atas level pivot, maka harga emas akan kembali mendapatkan dorongan bullish untuk menguat lebih tinggi dengan target kenaikan di area 4840 atau bahkan hingga area 4870. Sedangkan di sisi bawahnya, area 4761 akan menjadi level support terdekat yang jika ditembus akan menggagalkan skenario bullish. Pergerakan di bawah area 4761 akan menambah tekanan bearish pada harga emas dan berpotensi membawanya turun lebih dalam menuju level support lanjutan di area 4730 atau bahkan hingga area kunci 4700.
Bagikan Berita Ini