• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Tertekan Inflasi AS dan Ketegangan Amerika Serikat–Iran, Harga Berpotensi Lanjut Melemah

Harga emas dunia bergerak dalam rentang yag relatif terbatas sepanjang hari Jumat sebelum kemudian mengakhiri sesi perdagangan dengan penurunan tipis dari harga pembukaan harian. Data yang dirilis menjelang akhir pekan lalu dari Amerika Serikat melaporkan bahwa laju inflasi di tingkat konsumen mengalami kenaikan drastis dalam sebulan terakhir meski angkanya masih di bawah ekspektasi pasar. Laju inflasi yang tinggi berpotensi menghambat rencana Federal Reserve yang menargetkan pemangkasan suku bunga lanjutan di tahun ini. Jika suku bunga AS bertahan di level tinggi untuk waktu yang lebih lama, maka aset non-bunga seperti logam mulia akan kehilangan sebagian daya tariknya di mata investor. Sementara itu, pelaku pasar juga masih perlu memantau kondisi di Timur Tengah seiring tidak jelasnya situasi gencatan senjata antara AS dan Iran.

Emas mengawali sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4640 per troy ons, turun sangat jauh dari harga penutupan Jumat lalu akibat manuver yang dilakukan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran sepanjang akhir pekan. Saat analisis ini ditulis, harga emas terlihat mencoba memantul naik namun masih tertahan oleh indikator Moving Average 100-hari yang kini menjadi level resistance kunci di area 4685. Jika mampu bergerak stabil di atas area tersebut, maka harga emas berpotensi melanjutkan kenaikan untuk mengincar resistance yang lebih tinggi di area 4730. Meski demikian, harga emas sementara ini berada dalam bias bearish dengan potensi penurunan menguji level support kunci di area 4600. Break ke bawah area tersebut dapat menambah tekanan bearish dan membawa harga emas melanjutkan penurunan menuju level support yang lebih dalam di area 4560.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?