Harga emas dunia sempat melemah ke level terendahnya dalam tiga hari terakhir pada hari Kamis sebelum kemudian memantul naik untuk menutup sesi perdagangan di atas level pembukaan harian. Pelaku pasar saat ini tengah menantikan dirilisnya data Non-Farm Payrolls dari AS yang akan menunjukkan gambaran tentang situasi pasar tenaga kerja.
Harga emas global mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Rabu (7/1/2025). Pelemahan ini dipicu aksi ambil untung (profit taking) oleh investor setelah harga emas mencatat reli kuat dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, tekanan penurunan sempat tertahan oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan pasar, sehingga kembali memunculkan harapan akan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Harga emas dunia gagal menembus level psikologis $4.500 per troy ons pada hari Rabu dan kemudian terkoreksi turun sebesar 1% lebih sepanjang sesi perdagangan akibat aksi profit taking. Meski demikian, hasil data ekonomi AS yang kemarin dirilis lebih lemah dari ekspektasi sedikit membantu mencegah harga emas dari penurunan terlalu dalam.
Harga emas global kembali menguat tajam dan bergerak mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Selasa (6/1/2026). Kenaikan ini dipicu meningkatnya minat investor terhadap aset aman (safe haven) seiring memburuknya tensi geopolitik dunia, terutama setelah Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela.
Harga emas dunia melanjutkan tren bullish pada hari Selasa untuk menutup sesi perdagangan kemarin di dekat level harga psikologis $4.500 per troy ons. Kenaikan harga emas ini masih ditopang oleh tingginya permintaan aset safe haven di tengah naiknya ketegangan geopolitik global yang dipicu oleh konflik antara AS dan Venezuela.
West Texas Intermediate (WTI), acuan minyak mentah Amerika Serikat, diperdagangkan di kisaran US$ 58,03 per barel pada Selasa pukul 13.10 WIB. Harga WTI berada di bawah tekanan seiring pelaku pasar mencermati potensi dampak terhadap arus pasokan minyak mentah dari Venezuela setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Harga emas melonjak tajam dan menembus level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin (5/1/2026). Kenaikan signifikan ini dipicu lonjakan permintaan aset lindung nilai seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Venezuela.
Harga emas dunia mencatatkan kenaikan sebesar 2% lebih sepanjang hari Senin dan menutup sesi perdagangan kemarin di dekat level tertingginya dalam seminggu terakhir. Serangan yang diluncurkan Amerika Serikat ke Venezuela menambah kecemasan investor terhadap situasi geopolitik global dan mendorong permintaan logam mulia sebagai aset safe haven.
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak berjangka di NYMEX tercatat melemah sekitar 0,4% dan diperdagangkan di level US$ 56,93 per barel saat berita ini ditulis Pukul 13.15 WIB pada hari Senin. Tekanan pada harga minyak muncul setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi terhadap Venezuela untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan narkoba, sekaligus menyatakan rencana restrukturisasi sektor minyak negara tersebut.
Harga emas kembali menguat pada perdagangan Jumat (2/1/2026), melanjutkan tren penguatan signifikan yang terjadi sepanjang 2025. Meningkatnya ketegangan geopolitik global serta harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) terus menopang permintaan emas sebagai aset lindung nilai.