Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kontrak berjangka di NYMEX tercatat melemah sekitar 0,4% dan diperdagangkan di level US$ 56,93 per barel saat berita ini ditulis Pukul 13.15 WIB pada hari Senin. Tekanan pada harga minyak muncul setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi terhadap Venezuela untuk menangkap Presiden Nicolas Maduro atas dugaan keterlibatan dalam perdagangan narkoba, sekaligus menyatakan rencana restrukturisasi sektor minyak negara tersebut. Langkah ini berpotensi meningkatkan pasokan minyak mentah di pasar global.
Dalam pernyataannya kepada wartawan di resor Mar-a-Lago miliknya pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa pemerintahannya berencana membawa perusahaan-perusahaan minyak besar asal AS ke Venezuela untuk membangun kembali infrastruktur energi, serta mengekspor minyak Venezuela ke negara lain.
Energy Institute yang berbasis di London mencatat bahwa Venezuela memiliki sekitar 303 miliar barel cadangan minyak, setara dengan 7% dari total cadangan minyak dunia.
Saat ini, produksi minyak mentah Venezuela masih berada di bawah satu juta barel per hari, dengan volume ekspor sekitar 500 ribu barel per hari, menurut laporan Dow Jones Newswires.
Pelaku pasar menilai bahwa langkah pengambilalihan sektor minyak Venezuela oleh AS tidak akan langsung berdampak signifikan terhadap harga minyak global. Hal ini mengingat proses revitalisasi industri minyak Venezuela diperkirakan membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Di sisi lain, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) memutuskan untuk kembali mempertahankan tingkat produksi minyak tanpa perubahan. CNBC melaporkan bahwa OPEC juga tidak membahas dampak dari rencana AS terkait pembangunan infrastruktur minyak Venezuela. Sepanjang 2025, kelompok OPEC+ telah menaikkan target produksi minyak sekitar 2,9 juta barel per hari dalam sepuluh bulan pertama, dan kembali mempertahankan kuota produksi dalam pertemuan pada November dan Desember.
sumber : fxstreet
Bagikan Berita Ini