• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
Blog Photo

GOLD ANALYSIS REPORT

Harga emas dunia mencatatkan rekor tertinggi baru dan menembus angka $4.600 per troy pada sesi perdagangan hari Senin seiring melemahnya Dollar AS akibat kecemasan terhadap situasi di Federal Reserve. Ketua Fed Jerome Powell kemarin mengeluarkan pernyataan bahwa dirinya mendapat tuduhan kriminal dari tim legal di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump atas komentarnya di bulan Juni tentang proyek renovasi gedung.

Blog Photo

Harga Minyak Turun Tipis, Bertahan di Atas US$ 58 per Barel

Harga Minyak Mentah AS jenis West Texas Intermediate (WTI) bergerak melemah tipis pada perdagangan Jumat siang, sekitar pukul 13.25 WIB. Pelemahan ini memangkas sebagian penguatan tajam yang terjadi sehari sebelumnya, setelah harga sempat menyentuh level terendah sejak 19 Desember 2025 di awal pekan. Saat ini, WTI diperdagangkan di kisaran US$ 58,19 per barel, turun lebih dari 0,80% secara harian, dan masih tertahan di bawah level resistensi utama Simple Moving Average (SMA) 50 hari.

Blog Photo

Emas Naik Jelang Data Ketenagakerjaan Amerika Serikat

Harga emas global kembali menguat pada perdagangan Kamis (8/1/2026), setelah sempat mengalami koreksi tajam pada sesi sebelumnya. Penguatan ini terjadi di tengah sikap wait and see investor yang menantikan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS), yang dinilai akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) ke depan.

Blog Photo

GOLD ANALYSIS REPORT

Harga emas dunia sempat melemah ke level terendahnya dalam tiga hari terakhir pada hari Kamis sebelum kemudian memantul naik untuk menutup sesi perdagangan di atas level pembukaan harian. Pelaku pasar saat ini tengah menantikan dirilisnya data Non-Farm Payrolls dari AS yang akan menunjukkan gambaran tentang situasi pasar tenaga kerja.

Blog Photo

Harga Emas Anjlok Usai Investor Lakukan Aksi Ambil Untung

Harga emas global mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Rabu (7/1/2025). Pelemahan ini dipicu aksi ambil untung (profit taking) oleh investor setelah harga emas mencatat reli kuat dalam beberapa waktu terakhir. Meski demikian, tekanan penurunan sempat tertahan oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan pasar, sehingga kembali memunculkan harapan akan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).

Blog Photo

GOLD ANALYSIS REPORT

Harga emas dunia gagal menembus level psikologis $4.500 per troy ons pada hari Rabu dan kemudian terkoreksi turun sebesar 1% lebih sepanjang sesi perdagangan akibat aksi profit taking. Meski demikian, hasil data ekonomi AS yang kemarin dirilis lebih lemah dari ekspektasi sedikit membantu mencegah harga emas dari penurunan terlalu dalam.

Blog Photo

Harga Emas Melonjak, Kian Mendekati Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Harga emas global kembali menguat tajam dan bergerak mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah pada perdagangan Selasa (6/1/2026). Kenaikan ini dipicu meningkatnya minat investor terhadap aset aman (safe haven) seiring memburuknya tensi geopolitik dunia, terutama setelah Amerika Serikat (AS) menangkap Presiden Venezuela.

Blog Photo

GOLD ANALYSIS REPORT

Harga emas dunia melanjutkan tren bullish pada hari Selasa untuk menutup sesi perdagangan kemarin di dekat level harga psikologis $4.500 per troy ons. Kenaikan harga emas ini masih ditopang oleh tingginya permintaan aset safe haven di tengah naiknya ketegangan geopolitik global yang dipicu oleh konflik antara AS dan Venezuela.

Blog Photo

Minyak WTI Turun, Investor Timbang Dampak Geopolitik Venezuela

West Texas Intermediate (WTI), acuan minyak mentah Amerika Serikat, diperdagangkan di kisaran US$ 58,03 per barel pada Selasa pukul 13.10 WIB. Harga WTI berada di bawah tekanan seiring pelaku pasar mencermati potensi dampak terhadap arus pasokan minyak mentah dari Venezuela setelah Amerika Serikat menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.

Blog Photo

Harga Emas Melonjak Tajam, Cetak Level Tertinggi Sepekan

Harga emas melonjak tajam dan menembus level tertinggi dalam sepekan pada perdagangan Senin (5/1/2026). Kenaikan signifikan ini dipicu lonjakan permintaan aset lindung nilai seiring meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan militer ke Venezuela.

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?