Harga emas dunia berhasil memantul naik menjauhi level terendahnya dalam tiga bulan untuk menutup sesi perdagangan hari Senin di atas level harga psikologis $4.000 per troy ons. Terkoreksi turunnya harga minyak dunia dari level tertingginya dalam sebulan terakhir memberi logam mulia kesempatan untuk menguat. Meski demikian, harga minyak dunia masih tertahan di atas $100 per barel sehingga belum bisa meredakan kecemasan pelaku pasar terhadap prospek kenaikan laju inflasi global. Perhatian pelaku pasar pekan ini akan tertuju pada hasil rapat moneter FOMC untuk melihat kebijakan seperti apa yang akan diterapkan bank sentral AS di sisa akhir tahun ini. Tingginya laju inflasi biasanya akan diimbangi oleh kenaikan suku bunga, dan prospek suku bunga yang lebih tinggi berpotensi mengurangi daya tarik aset non-bunga seperti logam mulia.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4018 per troy ons dan bergerak di atas level pivot harian yang menunjukkan bias bullish untuk jangka pendek. Area 4029 akan menjadi target kenaikan sekaligus level terdekat yang jika ditembus dapat menopang harga emas naik mengincar target yang lebih tinggi di area 4040 atau bahkan hingga area 4051. Di sisi sebaliknya, area 4007 akan menjadi level support terdekat sekaligus batas bawah untuk skenario bullish. Break ke bawah area 4007 akan mengubah bias pergerakan jangka pendek ke arah bearish dengan potensi penurunan menuju level support yang lebih dalam di area 3996 atau bahkan hingga area 3985.
Bagikan Berita Ini