arga emas dunia melemah ke level terendahnya sejak bulan Juli pada hari Jumat dan menutup sesi perdagangan pekan lalu di bawah level harga psikologis $4.000 per troy ons. Tekanan terhadap logam mulia masih datang dari kecemasan terhadap laju inflasi global yang dipicu oleh kenaikan harga minyak dunia akibat berlanjutnya ketegangan di Timur Tengah antara AS dan Iran. Harga minyak dunia kembali menyentuh angka $100 per barel pekan lalu dan pelaku pasar mengkhawatirkan efeknya pada kenaikan harga barang dalam skala global. Tingginya laju inflasi berpotensi mendorong bank sentral untuk mengimbanginya dengan kenaikan suku bunga sehingga membuat aset non-bunga seperti logam mulia menjadi kurang menarik di mata investor.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $3993 per troy ons dan masih berada dalam bias bearish dengan area 3981 menjadi target penurunan sekaligus level support terdekat. Break ke bawah support tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju level support di area 3969 atau bahkan hingga area 3957. Di sisi lain, harga emas yang relatif rendah juga bisa menarik aksi bargain hunting yang dapat menopang kenaikan mengincar level resistance terdekat di area 4005. Break ke atas resistance tersebut akan memberi harga emas dorongan untuk melanjutkan tren bullish jangka pendek mengincar target yang lebih tinggi di area 4017 atau bahkan hingga area 4029.
Bagikan Berita Ini