• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
Blog Photo

Safe Haven Menggila! Emas Sentuh $5.200 Lalu Terkoreksi

Harga emas dunia bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas pada Rabu dan ditutup sedikit di atas level pembukaan. Emas sempat menembus $5.200 per troy ons karena dorongan permintaan safe haven setelah pidato State of the Union Presiden AS, namun minimnya petunjuk kebijakan lanjutan memicu aksi profit taking sehingga harga kehilangan momentum. Pasar kini menanti katalis baru, termasuk data klaim pengangguran AS. Pagi ini emas dibuka di sekitar $5.164 dan bergerak dekat level pivot dengan bias netral. Resistance terdekat berada di area 5.190; jika ditembus, harga berpotensi naik ke 5.215 hingga 5.240. Sebaliknya, support di 5.140 menjadi kunci; penembusan level ini dapat menekan harga ke 5.115 sampai 5.090.

Blog Photo

WTI Bertahan di Level Tertinggi 6 Bulan, Pasar Dibayangi Ketegangan AS–Iran

Pada sesi Eropa pagi, harga WTI crude oil bergerak stabil di level tinggi sekitar US$66,74 per barel, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam enam bulan. Kenaikan harga masih ditopang oleh ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan melalui Strait of Hormuz. Meski demikian, optimisme terhadap jalur diplomatik dalam negosiasi nuklir kedua negara membatasi penguatan lebih lanjut dan membuat harga bergerak dalam fase konsolidasi. Di sisi lain, ketidakpastian ekonomi global serta dampak kebijakan tarif impor AS menahan ekspektasi kenaikan permintaan minyak. Dalam jangka pendek, WTI diperkirakan bergerak sideways dengan bias bullish, selama risiko geopolitik tetap tinggi. Support terdekat berada di kisaran US$65,5–66,0 per barel, sementara resistance berada di area tertinggi enam bulan terakhir.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah cukup signifikan setelah sempat menyentuh level tertinggi di 5249.44. Emas dibuka di 5225.92 dan tertekan hingga menyentuh level terendah 5093.13 sebelum akhirnya ditutup di 5143.72, mencerminkan tekanan jual yang dominan di akhir sesi. Secara teknikal, level pivot hari ini berada di 5162.10. Selama harga bergerak di bawah area tersebut, emas berpotensi melanjutkan pelemahan dengan support terdekat di 5074.75. Jika tekanan berlanjut, penurunan bisa mengarah ke 5005.79 hingga 4918.44. Sebaliknya, apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas pivot, peluang rebound terbuka dengan target kenaikan menuju 5231.06, bahkan hingga 5318.41–5387.37. Dengan rata-rata pergerakan harian mencapai 177 poin, volatilitas emas masih tergolong tinggi dan membuka peluang pergerakan signifikan pada sesi hari ini.

Blog Photo

Emas Terkoreksi Usai Cetak Puncak 3 Pekan, Pasar Tunggu Pidato Donald Trump

Harga emas dunia sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan pada Selasa, namun akhirnya terkoreksi dan mencatat penurunan pertama dalam lima hari terakhir. Penguatan indeks Dollar AS memicu aksi profit taking yang menekan harga emas. Pasar kini menanti pidato State of the Union Presiden AS Donald Trump, terutama di tengah polemik kebijakan tarif impor globalnya yang dinilai inkonstitusional oleh Mahkamah Agung AS. Secara teknikal, emas dibuka di kisaran $5142 per troy ons dan masih berada di bawah pivot 5162 sehingga berpotensi melanjutkan tren bearish. Support terdekat berada di 5122; jika tembus, harga berpeluang turun ke 5102 hingga 5082. Sebaliknya, jika mampu bertahan di atas 5162, emas berpotensi menguat menuju 5182 hingga 5202.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas pada perdagangan sebelumnya ditutup menguat signifikan di 5227.46 setelah dibuka di 5107.29 dan sempat menyentuh level tertinggi 5237.61. Pergerakan ini menunjukkan dominasi tekanan beli dengan range harian yang cukup lebar, mendekati rata-rata pergerakan harian (170 poin). Secara teknikal, level pivot berada di 5189.21. Selama harga bertahan di atas pivot, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance terdekat di 5275.86 (R1), lalu 5324.25 (R2), hingga 5410.90 (R3). Namun, jika harga turun di bawah 5189.21, potensi koreksi dapat mengarah ke 5140.82 (S1), kemudian 5054.17 (S2), dan support kuat di 5005.78 (S3). Secara keseluruhan, bias jangka pendek masih cenderung bullish selama harga bertahan di atas area pivot.

Blog Photo

Ketidakpastian Tarif Tekan Dolar, Emas dan Yen Diuntungkan

Indeks Dolar AS (DXY) pada awal sesi Eropa bergerak menguat tipis setelah sebelumnya melemah tajam di sesi Asia ke area 97,50–97,79. Pelemahan ini dipicu oleh ketidakpastian kebijakan tarif AS, terutama setelah putusan Mahkamah Agung yang membatalkan sebagian wewenang tarif, disusul pengumuman tarif impor sementara yang lebih tinggi. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dan fiskal AS sehingga memicu tekanan jual pada dolar. Melemahnya dolar di sesi Asia mendorong kenaikan harga emas dan aset safe haven lainnya, serta pelemahan dolar terhadap mata uang mayor seperti euro dan yen. Dari sisi fundamental, data ekonomi AS yang moderat—termasuk pertumbuhan Q4 2025 dan inflasi inti sekitar 3%—belum cukup kuat untuk menopang penguatan dolar, sementara ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed juga masih terbatas. Secara teknikal, DXY diperkirakan bergerak sideways dengan kecenderungan bearish ringan. Level resistance berada di 97,80–98,10 dan support di 97,30–97,50. Penembusan di bawah support berpotensi memperpanjang pelemahan, sementara penguatan membutuhkan dukungan data ekonomi atau sinyal kebijakan moneter.

Blog Photo

Trump & Iran Memanas, Harga Emas Siap Uji $5.300?

Harga emas dunia kembali menguat di atas $5.200 per troy ons pada perdagangan Senin, didorong meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah memanasnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang mempertimbangkan opsi serangan militer ke Iran turut memicu kekhawatiran pasar, meski dinilai sebagian analis sebagai strategi negosiasi. Secara teknikal, emas dibuka di sekitar $5.226 dan menguji resistance $5.250. Jika level ini tembus, harga berpotensi naik ke $5.275–$5.300. Namun, jika turun di bawah $5.200, tekanan bearish bisa membawa harga ke $5.175 hingga $5.150.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas melanjutkan penguatan pada perdagangan sebelumnya dengan ditutup di level 5.097,03 setelah sempat menyentuh level tertinggi 5.097,87. Emas dibuka di 5.000,54 dan bergerak di rentang harian cukup lebar hingga menyentuh level terendah 4.981,62, mencerminkan volatilitas yang masih tinggi dengan rata-rata pergerakan harian 161 poin. Untuk perdagangan hari ini, level pivot berada di 5.058,84 yang menjadi acuan arah pergerakan harga. Selama harga bertahan di atas pivot, peluang penguatan masih terbuka dengan target resistance di 5.136,06 (R1), 5.175,09 (R2), hingga 5.252,31 (R3). Sebaliknya, jika harga bergerak turun di bawah pivot, tekanan koreksi berpotensi menguji area support di 5.019,81 (S1), 4.942,59 (S2), dan 4.903,56 (S3). Pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap potensi fluktuasi tajam seiring tingginya volatilitas pasar emas.

Blog Photo

Harga Emas Naik, Didorong Melemahnya Data Pertumbuhan Ekonomi AS

Harga emas dunia melonjak lebih dari 2% pada Jumat (20/2/2026), didorong data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan serta meningkatnya ketidakpastian kebijakan tarif. Harga emas spot naik 2,02% dan ditutup di US$ 5.097,07 per ons. Data menunjukkan Produk Domestik Bruto (PDB) AS kuartal IV hanya tumbuh 1,4% (annualized), jauh di bawah proyeksi 2,8%. Perlambatan dipicu penutupan sebagian aktivitas pemerintahan dan melemahnya belanja konsumen. Di sisi lain, inflasi yang tercermin dari indeks PCE naik 0,4% pada Desember, sedikit di atas ekspektasi. Kombinasi perlambatan ekonomi dan inflasi yang masih bertahan dinilai meningkatkan ketidakpastian, sehingga mendorong minat terhadap aset safe haven seperti emas. Pasar juga mencermati langkah Presiden AS Donald Trump yang berencana menerapkan tarif global 10% selama 150 hari, menyusul putusan Mahkamah Agung yang membatalkan kebijakan tarif sebelumnya. Pelaku pasar saat ini masih memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini, dengan potensi pemangkasan pertama pada Juni 2026. Sementara itu, harga perak spot turut melonjak 7,66% ke US$ 84,51 per ons.

Blog Photo

Indeks Dolar AS Menguat Lima Hari Beruntun, Dekati Level Tertinggi Empat Minggu

Dolar AS (USD) menguat pada perdagangan Jumat, dengan Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur kinerja Greenback terhadap enam mata uang utama, diperdagangkan di sekitar 97,91 pada pukul 13.25 WIB—mendekati level tertinggi dalam hampir empat minggu terakhir. Penguatan ini terjadi setelah rilis risalah pertemuan Januari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Rabu lalu, yang menegaskan bahwa pejabat Federal Reserve (The Fed) belum terburu-buru untuk memangkas suku bunga. Sikap tersebut didasari oleh inflasi AS yang masih berada di atas target 2%. Secara teori, kebijakan suku bunga yang tetap stabil setelah periode pelonggaran moneter cenderung mendukung penguatan Dolar AS. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis data awal Produk Domestik Bruto (PDB) Kuartal IV dan data Indeks Manajer Pembelian (PMI) S&P Global Februari pada sesi Amerika Utara. Ekonomi AS diperkirakan tumbuh 3% secara tahunan, melambat dari 4,4% pada kuartal sebelumnya, sementara PMI Gabungan diproyeksikan naik ke 53,0 seiring membaiknya aktivitas manufaktur dan jasa.

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?