Harga emas dunia memantul naik dari level terendahnya dalam seminggu terakhir pada sesi perdagangan hari Jumat seiring melemahnya harga minyak dunia setelah perkembangan terbaru di Timur Tengah. Israel dan Lebanon kemarin menyepakati gencatan senjata yang memberi harapan bisa menginspirasi AS dan Iran untuk segera mencapai kesepakatan damai. Selain itu, melemahnya indeks Dollar AS pasca rilis data klaim pengangguran yang lebih lemah dari ekspektasi juga mendorong pembelian logam mulia oleh investor pemegang mata uang non-Dollar. Selanjutnya, perhatian pelaku pasar hari ini akan tertuju pada rilis data Non-Farm Payrolls yang akan menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja AS. Hasil data yang lebih lemah dari ekspektasi bisa mendorong harga emas untuk menguat lebih tinggi.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4475 per troy ons dan menunjukkan bias bullish dengan bergerak di atas level pivot harian. Area 4495 akan menjadi target kenaikan sekaligus resistance terdekatnya untuk hari ini. Break ke atas area 4495 akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bullish dengan potensi kenaikan mengincar level resistance yang lebih tinggi di area 4520 atau bahkan hingga area 4545. Di sisi sebaliknya, penurunan ke bawah level pivot harian bisa mengubah bias pergerakan hari ini ke arah bearish dengan potensi menguji level support di area 4450. Break ke bawah area 4450 akan menambah tekanan bearish dan berpotensi membawa harga emas turun menuju level support yang lebih dalam di area 4425 atau bahkan hingga area kunci 4400.
buat short berita
Bagikan Berita Ini