• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
Blog Photo

Geopolitik Memanas, Emas Menguat! Tapi Dolar Jadi Penghambat

Harga emas dunia sempat menyentuh level tertinggi dalam lima pekan terakhir, namun terkoreksi dan ditutup di bawah $5.400 per troy ons. Kenaikan sebelumnya dipicu oleh meningkatnya permintaan aset safe haven akibat ketegangan geopolitik setelah aksi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Namun, penguatan dolar AS—didukung data sektor manufaktur yang positif—memberikan tekanan pada harga emas. Pekan ini, pasar akan fokus pada perkembangan konflik Timur Tengah serta rilis data tenaga kerja AS. Secara teknikal, emas dibuka di sekitar $5.324 dan bergerak netral di dekat pivot 5.334. Resistance terdekat berada di 5.370; jika ditembus, harga berpotensi naik ke area 5.400 hingga 5.430. Sebaliknya, support kunci di 5.300; jika tembus, harga bisa turun ke 5.270 bahkan 5.240.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas mengawali pekan dengan performa solid setelah ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Emas dibuka di level 5185.34 dan berhasil ditutup di 5263.01, mendekati level tertinggi harian di 5265.27. Sementara itu, level terendah tercatat di 5166.78. Secara teknikal, harga kini bergerak di atas pivot 5231.69 yang membuka peluang kelanjutan tren bullish dalam jangka pendek. Resistance terdekat berada di 5296.59, dengan potensi penguatan lanjutan menuju 5330.18 hingga 5395.08 apabila momentum beli tetap terjaga. Di sisi lain, support terdekat berada di 5198.10. Jika harga terkoreksi dan menembus area tersebut, tekanan jual dapat membawa emas turun ke kisaran 5133.20 hingga 5099.61. Dengan rata-rata pergerakan harian mencapai 136 poin, volatilitas pasar masih cukup tinggi sehingga pelaku pasar diharapkan tetap waspada terhadap potensi breakout maupun koreksi teknikal di awal pekan ini.

Blog Photo

Indeks Dolar Melemah Tipis, Jelang Rilis Data IHP AS

Indeks Dolar AS (DXY) melemah tipis ke sekitar 97,69 pada Jumat siang, dengan pelaku pasar menanti rilis data Indeks Harga Produsen (IHP) AS yang diperkirakan menunjukkan perlambatan inflasi grosir menjadi 0,3% MoM. Data ini akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Dolar AS tertekan oleh ketidakpastian kebijakan perdagangan setelah Donald Trump mengumumkan rencana tarif impor 15%, menyusul putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan rezim tarif sebelumnya. Namun, potensi eskalasi geopolitik dengan Iran dapat menopang USD melalui permintaan safe haven. Di sisi lain, perundingan nuklir masih berlanjut. Menlu Iran Abbas Araqchi menyebut pembicaraan terbaru cukup substansial, meski sumber AS menilai belum memuaskan. Negosiasi akan dilanjutkan, dengan pertemuan teknis dijadwalkan di Wina pekan depan.

Blog Photo

Perang Timur Tengah Meletus! Operasi Militer AS–Israel Picu Lonjakan Emas & Gelombang Risk-Off Global

Presiden AS Donald Trump mengumumkan dimulainya operasi militer besar-besaran terhadap Iran, menyusul serangan pre-emptive Israel ke Teheran. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan serangan tersebut untuk menghilangkan “ancaman eksistensial”. Iran dilaporkan meluncurkan serangan balasan, sementara Israel menetapkan keadaan darurat. Ketegangan ini diperkirakan memicu gelombang risk-off di pasar global awal pekan, mendorong lonjakan aset safe haven seperti emas, minyak, Dolar AS, Yen Jepang, dan Franc Swiss, serta berpotensi menekan

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas ditutup menguat tipis pada perdagangan sebelumnya setelah bergerak dalam rentang yang cukup lebar. Emas dibuka di level 5142.49, sempat menyentuh level tertinggi 5217.46 dan terendah 5122.85, sebelum akhirnya ditutup di 5164.80. Pergerakan ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara buyer dan seller di area resistance terdekat. Secara teknikal, level Pivot berada di 5168.37 yang menjadi acuan pergerakan hari ini. Selama harga bergerak di atas area pivot, peluang penguatan masih terbuka menuju resistance 5213.89 hingga 5262.98. Jika momentum beli berlanjut dan mampu menembus resistance kuat di 5308.50, tren bullish berpotensi berlanjut. Namun, apabila harga bergerak di bawah pivot, tekanan jual dapat membawa emas menguji support di 5119.28 hingga 5073.76. Penembusan di bawah 5024.67 akan membuka peluang koreksi yang lebih dalam. Dengan rata-rata pergerakan harian (daily average) sebesar 156 poin, volatilitas emas masih tergolong tinggi sehingga pelaku pasar perlu memperhatikan manajemen risiko dan konfirmasi arah sebelum mengambil keputusan transaksi.

Blog Photo

WTI Bertahan di Level Tinggi, Ketegangan AS–Iran Jadi Penopang Harga

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) pada sesi Eropa Rabu bergerak turun tipis di sekitar US$65,95 per barel, namun masih dekat level tertinggi tujuh bulan terakhir. Kenaikan harga sepanjang pekan didukung oleh ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan dan menciptakan risk premium di pasar. Di sisi lain, lonjakan inventaris minyak mentah AS menimbulkan kekhawatiran oversupply jangka pendek, meski belum cukup kuat membalikkan tren kenaikan. Spekulasi kesepakatan nuklir AS–Iran juga sempat menekan harga karena berpotensi meredakan konflik dan risiko pasokan. Secara keseluruhan, WTI diperkirakan tetap volatil di kisaran tinggi, dengan pasar menunggu perkembangan diplomatik dan laporan resmi persediaan minyak untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Blog Photo

Safe Haven Menggila! Emas Sentuh $5.200 Lalu Terkoreksi

Harga emas dunia bergerak fluktuatif dalam rentang terbatas pada Rabu dan ditutup sedikit di atas level pembukaan. Emas sempat menembus $5.200 per troy ons karena dorongan permintaan safe haven setelah pidato State of the Union Presiden AS, namun minimnya petunjuk kebijakan lanjutan memicu aksi profit taking sehingga harga kehilangan momentum. Pasar kini menanti katalis baru, termasuk data klaim pengangguran AS. Pagi ini emas dibuka di sekitar $5.164 dan bergerak dekat level pivot dengan bias netral. Resistance terdekat berada di area 5.190; jika ditembus, harga berpotensi naik ke 5.215 hingga 5.240. Sebaliknya, support di 5.140 menjadi kunci; penembusan level ini dapat menekan harga ke 5.115 sampai 5.090.

Blog Photo

WTI Bertahan di Level Tertinggi 6 Bulan, Pasar Dibayangi Ketegangan AS–Iran

Pada sesi Eropa pagi, harga WTI crude oil bergerak stabil di level tinggi sekitar US$66,74 per barel, setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi dalam enam bulan. Kenaikan harga masih ditopang oleh ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang memicu kekhawatiran gangguan pasokan melalui Strait of Hormuz. Meski demikian, optimisme terhadap jalur diplomatik dalam negosiasi nuklir kedua negara membatasi penguatan lebih lanjut dan membuat harga bergerak dalam fase konsolidasi. Di sisi lain, ketidakpastian ekonomi global serta dampak kebijakan tarif impor AS menahan ekspektasi kenaikan permintaan minyak. Dalam jangka pendek, WTI diperkirakan bergerak sideways dengan bias bullish, selama risiko geopolitik tetap tinggi. Support terdekat berada di kisaran US$65,5–66,0 per barel, sementara resistance berada di area tertinggi enam bulan terakhir.

Blog Photo

Gold Analysis Report

Harga emas pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah cukup signifikan setelah sempat menyentuh level tertinggi di 5249.44. Emas dibuka di 5225.92 dan tertekan hingga menyentuh level terendah 5093.13 sebelum akhirnya ditutup di 5143.72, mencerminkan tekanan jual yang dominan di akhir sesi. Secara teknikal, level pivot hari ini berada di 5162.10. Selama harga bergerak di bawah area tersebut, emas berpotensi melanjutkan pelemahan dengan support terdekat di 5074.75. Jika tekanan berlanjut, penurunan bisa mengarah ke 5005.79 hingga 4918.44. Sebaliknya, apabila harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas pivot, peluang rebound terbuka dengan target kenaikan menuju 5231.06, bahkan hingga 5318.41–5387.37. Dengan rata-rata pergerakan harian mencapai 177 poin, volatilitas emas masih tergolong tinggi dan membuka peluang pergerakan signifikan pada sesi hari ini.

Blog Photo

Emas Terkoreksi Usai Cetak Puncak 3 Pekan, Pasar Tunggu Pidato Donald Trump

Harga emas dunia sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan pada Selasa, namun akhirnya terkoreksi dan mencatat penurunan pertama dalam lima hari terakhir. Penguatan indeks Dollar AS memicu aksi profit taking yang menekan harga emas. Pasar kini menanti pidato State of the Union Presiden AS Donald Trump, terutama di tengah polemik kebijakan tarif impor globalnya yang dinilai inkonstitusional oleh Mahkamah Agung AS. Secara teknikal, emas dibuka di kisaran $5142 per troy ons dan masih berada di bawah pivot 5162 sehingga berpotensi melanjutkan tren bearish. Support terdekat berada di 5122; jika tembus, harga berpeluang turun ke 5102 hingga 5082. Sebaliknya, jika mampu bertahan di atas 5162, emas berpotensi menguat menuju 5182 hingga 5202.

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?