• company.vifxjogja@gmail.com
  • (0274) 2924181
News Photo

Emas Tertekan Jelang Data Inflasi AS, Dolar Kian Perkasa

Harga emas dunia melemah sebesar 1% lebih sepanjang hari Selasa dan menutup sesi perdagangan kemarin di dekat level terendahnya dalam lebih dari dua bulan terakhir. Tekanan terhadap logam mulia datang dari indeks Dollar AS yang menguat di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve akan mulai mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga acuan. Spekulasi tersebut mulai menguat sejak dirilisnya data Non-Farm Payrolls pada hari Jumat lalu yang melaporkan angka lebih tinggi dari ekspektasi. Perhatian pelaku pasar hari ini akan tertuju pada rilis data indeks harga konsumen AS yang merupakan salah satu indikator inflasi. Jika data tersebut juga melaporkan angka yang lebih tinggi dari ekspektasi, maka spekulasi akan adanya kenaikan suku bunga dalam waktu dekat akan makin kuat dan berpotensi menekan harga emas turun makin dalam.

Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4255 per troy ons dan masih menunjukkan bias bearish dengan terlihat bergerak turun mendekati level support di area 4235. Break ke bawah area tersebut akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju level support di area 4215 atau bahkan hingga area 4195. Skenario bearish ini bisa digagalkan jika harga emas mampu berbalik menguat dan mengatasi level resistance di area 4275. Pergerakan stabil di atas area 4275 akan menopang harga untuk melanjutkan kenaikan jangka pendek mengincar resistance yang lebih tinggi di area 4295 atau bahkan hingga area 4315.

Bagikan Berita Ini

Komentar

Apakah Anda ingin mendapatkan layanan berkualitas kami untuk Investasi?