Harga emas dunia melemah sebesar 4% lebih sepanjang hari Rabu dan menutup sesi perdagangan kemarin dengan mencatatkan rekor terendahnya sejak November tahun lalu. Kecemasan pelaku pasar terhadap kenaikan laju inflasi global kemarin terbukti dengan dirilisnya data indeks harga konsumen dari Amerika Serikat yang angkanya naik dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan masih menjadi salah satu faktor yang memicu kenaikan laju inflasi global. Pelaku pasar kini berspekulasi bahwa bank sentral akan mulai mempertimbangkan kenaikan suku bunga untuk mengimbangi tingginya inflasi, dan narasi tersebut mungkin akan digaungkan pada rapat moneter FOMC pekan depan.
Emas membuka sesi perdagangan pagi ini di kisaran harga $4072 per troy ons dan masih berada dalam tekanan bearish dan terlihat telah melanjutkan penurunan menguji level support di area 4040. Break ke bawah area 4040 akan mengonfirmasi berlanjutnya tren bearish dengan potensi penurunan lebih dalam menuju level support di area 4010 atau bahkan hingga area 3980. Di sisi lain, harga emas yang rendah juga berpotensi menarik aksi bargain hunting yang bisa menopangnya naik kembali ke zona netral di dekat level resistance kunci 4100. Pergerakan stabil di atas area 4100 akan memberi harga emas dorongan bullish jangka pendek untuk melanjutkan kenaikan mengincar level resistance yang lebih tinggi di area 4130 atau bahkan hingga area 4160.
Bagikan Berita Ini