Harga emas dunia menguat ke level tertinggi dalam sepekan setelah data tenaga kerja AS mencatat penambahan hanya 57.000 pekerjaan pada Juni, jauh di bawah ekspektasi pasar. Data yang lemah tersebut menekan indeks Dollar AS dan meningkatkan ekspektasi bahwa kenaikan suku bunga AS akan tertunda, sehingga mendorong minat investor terhadap emas. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.125 per troy ons dan masih berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance US$4.145. Meski demikian, potensi aksi profit taking menjelang libur panjang di Amerika Serikat dapat memicu koreksi dengan area US$4.100 menjadi level support utama yang perlu diperhatikan.
Harga emas dunia ditutup menguat pada perdagangan Kamis di level US$4.123,62 per troy ons setelah sempat menyentuh US$4.143,74. Penguatan didorong oleh meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter serta sikap hati-hati investor menjelang rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) AS. Secara teknikal, harga emas masih bergerak di atas pivot 4.099,35, sehingga peluang melanjutkan kenaikan menuju resistance 4.168 masih terbuka. Namun, volatilitas diperkirakan tetap tinggi seiring rilis data tenaga kerja AS yang berpotensi menjadi penentu arah pergerakan emas selanjutnya.
Harga emas dunia bergerak fluktuatif pada perdagangan Rabu dan ditutup tipis di atas level pembukaan setelah sempat menembus US$4.100 per troy ons. Kenaikan dipicu oleh data tenaga kerja sektor swasta dan aktivitas manufaktur AS yang lebih lemah dari ekspektasi, namun aksi profit taking membatasi penguatan. Pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.035 per troy ons. Fokus pasar kini tertuju pada rilis Non-Farm Payrolls (NFP) AS malam ini. Jika hasil NFP lebih lemah dari perkiraan, harga emas berpotensi menguat kembali. Sebaliknya, data yang lebih kuat dapat memicu tekanan jual pada logam mulia.
Harga emas dunia bergerak volatil pada perdagangan Rabu dengan rentang lebih dari 150 poin, sebelum akhirnya ditutup di US$4.030,98 per troy ons. Pergerakan pasar masih dipengaruhi oleh ekspektasi terhadap rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang dijadwalkan malam ini. Secara teknikal, level pivot berada di US$4.035,46. Selama harga bertahan di atas area tersebut, emas berpeluang menguji resistance US$4.110. Namun jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah support US$3.955, potensi pelemahan menuju area US$3.880 tetap terbuka.
Harga emas dunia berhasil bertahan di atas level psikologis US$4.000 per troy ons pada penutupan perdagangan terakhir bulan Juni, meski sepanjang bulan terkoreksi lebih dari 11%. Tekanan berasal dari kenaikan harga minyak, meningkatnya ekspektasi inflasi global, serta peluang suku bunga yang tetap tinggi sehingga mengurangi daya tarik emas. Pada perdagangan pagi ini, emas dibuka di sekitar US$4.012 per troy ons dan berpotensi melanjutkan pemulihan jangka pendek. Selama mampu bertahan di atas US$4.000, harga berpeluang menguji resistance US$4.040. Jika berhasil menembus level tersebut, kenaikan dapat berlanjut menuju US$4.060 hingga US$4.080. Sebaliknya, jika kembali turun di bawah US$4.000, tekanan jual berpotensi membawa emas menuju area US$3.980 hingga US$3.960.
Harga emas ditutup melemah tipis di $4.007,40 per troy ons setelah sempat bergerak volatil pada sesi sebelumnya. Pergerakan pasar masih dipengaruhi oleh aksi profit taking serta sikap investor yang menantikan data ekonomi AS sebagai petunjuk arah kebijakan suku bunga berikutnya. Secara teknikal, pivot berada di $4.004,73. Selama harga bertahan di atas level tersebut, emas berpeluang menguji resistance $4.065,90. Sebaliknya, jika turun di bawah pivot, tekanan jual dapat membawa harga menuju support $3.946,22.
Harga emas dunia melemah pada perdagangan Senin di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah AS dilaporkan kembali menyerang Iran. Kekhawatiran potensi penutupan Selat Hormuz memicu kenaikan harga minyak dan meningkatkan risiko inflasi global. Fokus pasar pekan ini juga tertuju pada rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) AS pada Kamis. Jika data tenaga kerja menunjukkan pelemahan, peluang penguatan harga emas berpotensi kembali terbuka. Secara teknikal, emas masih berada dalam tekanan bearish selama bergerak di bawah $4.040. Support terdekat berada di $4.000, dengan potensi penurunan ke $3.980–3.960 jika level tersebut ditembus. Sementara itu, breakout di atas $4.040 dapat membuka peluang kenaikan menuju $4.060–4.080.
Harga emas ditutup melemah pada perdagangan sebelumnya setelah turun dari level tertinggi $4.086 ke $4.016 per troy ons, mencerminkan tekanan jual yang masih mendominasi pasar. Secara teknikal, area $4.034 menjadi level pivot penting. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, emas berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support $3.982 hingga $3.949. Sebaliknya, jika mampu kembali menembus $4.034, peluang rebound terbuka dengan target resistance di $4.068 hingga $4.120.
Harga emas dunia menguat pada penutupan perdagangan Jumat, didukung aksi bargain hunting di tengah pelemahan indeks Dollar AS. Turunnya harga minyak dunia ke bawah $70 per barel juga meredakan kekhawatiran inflasi, sehingga mengurangi peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Secara teknikal, emas masih bergerak dalam tren bullish dengan potensi menguji resistance di $4.100 per troy ons. Jika berhasil menembus level tersebut, harga berpeluang melanjutkan kenaikan ke area $4.120–$4.140, sementara support terdekat berada di kisaran $4.050.
Emas Berpeluang Lanjut Naik, Resistance $4.117 Jadi Fokus Pasar. Harga emas masih bergerak dalam tren bullish setelah ditutup menguat pada perdagangan sebelumnya. Selama bertahan di atas level pivot $4.050, emas berpotensi melanjutkan kenaikan untuk menguji resistance terdekat di $4.117. Jika level tersebut berhasil ditembus, peluang penguatan dapat berlanjut menuju area $4.163. Sebaliknya, jika harga turun di bawah pivot, tekanan jual berpotensi membawa emas kembali menguji support di $4.004.